Beranda Berita Utama Begini Penampakan Likuifaksi dari Citra Satelit , Tanah, Rumah dan Bangunan di...

Begini Penampakan Likuifaksi dari Citra Satelit , Tanah, Rumah dan Bangunan di Palu Terseret

Kondisi salah satu kawasan di Palu yang porak poranda akibat gempa.

PALU-RADAR BOGOR, Video proses likuifaksi tanah di Kota Palu dari citra satelit sesaat setelah gempa 7,4 SR mengguncang Jumat (28/9/2018) lalu, beredar di media sosial.

Gambar diambil dari hasil rekaman citra Satelit WorldView resolusi pixel 0.5 meter.

Dalam video berdurasi 12 detik itu, terlihat bagaimana rumah dan bangunan terseret oleh lumpur yang muncul akibat gempa dan menenggelamkannya.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan menurut interpretasi visual data satelit tersebut luasan area amblesan di Petobo 180 hektare dengan jumlah bangunan rusak 2.050 dan bangunan yang kemungkinan rusak 168.

Sementara amblesan di Jono Oge luasnya 202 hektare dengan jumlah bangunan rusak 366 dan bangunan yang kemungkinan rusak 23.

Walau amblesan di Jono Oge lebih luas, kerusakan bangunannya lebih sedikit tetapi karena permukimannya jarang.

“Tim SAR terus bekerja melakukan evakuasi di daerah ini. Korban terus ditemukan,” tulis Sutopo di akun Twitternya.

Sutopo menyatakan, sampai saat ini sudah terjadi 450 kali gempa susulan pascagempa 7,4 per 6 Oktober 2018.

Frekwensi gempa semakin menurun intensitasnya. “Semoga benar-benar meluruh dan normal kembali. Masyarakat dihimbau tetap tenang,” ujar Sutopo.

Sutopo mengatakan, gempa susulan yang masih terjadi saat ini merupakan hal yang biasa. Hal itu karena lempengan bumi yang awalnya saling berbenturan dan mengakibatkan gempa itu sedang mencari keseimbangan kembali.

“Jadi tidak perlu khawatir. Ini akan terus menurun (kekuatan gempanya),” ungkapnya. (ysp)