Beranda Olahraga Saingi Arema dan Persib, Persebaya di Puncak ‘Klasemen Komdis PSSI

Saingi Arema dan Persib, Persebaya di Puncak ‘Klasemen Komdis PSSI

Persebaya jadi tim paling banyak mendapat denda dari Komdis PSSI. (Twitter @persib)

JAKARTA-RADAR BOGOR, Berlaga melawan Australia di babak perempat final Piala Asia U-16, artinya Timnas U-16 berpeluang mengakhiri laga melalui adu penalti. Babak penentuan ini harus dilakukan andai dalam 2 x 45 menit tak ada tim yang mampu mencetak gol lebih banyak.

Pelatih Fakhri Husaini pun sudah melakukan antisipasi seandainya terjadi adu penalti pada laga Senin (1/10) sore nanti. kemarin, sebelum mengakhiri sesi latihan, Fakhri meminta pemain untuk mengasah tendangan dari titik putih.

Bukan hanya penendang, Fakhri juga menggembleng penjaga gawang Ernando Ari Sutaryadi untuk siap hadapi adu penalti. Dari tujuh sepakan penalti, kiper asal Jawa Tengah itu sukses menggagalkan dua tendangan. Yakni sepakan dari Fadillah Nur dan Komang Teguh.

penerimaan mahasiswa-unpak-universitas-pakuan

“Saya pikir pengalaman mereka ketika final melawan Thailand di Piala AFF U-16 masih diingat. Coaching point apa-apa saja yang harus merela lakukan, saya yakin masih ingat,” ucap pelatih asal Lhokseumawe, Aceh itu.

Ya, pada 11 Agustus lalu, Indonesia sukses mengangkat trofi Piala AFF U-16 lewat drama adu penalti. Sukses itu tak lepas dari penampilan apik Ernando. Dia sukses menggagalkan dua sepakan pemain Thailand. Bahkan, Ernando mampu membaca arah bola empat dari lima tendangan penalti Thailand dengan baik.

Nah, catatan apik itu tentu bisa menjadi modal bagi Ernando jika nantinya pertandingan harus ditentukan lewat adu pinalti. “Tentu yang paling penting itu mental. Kalau mentalnya nggak bagus, teknik sebaik apapun percuma, dan saya yakin Ernando bisa,” ungkap pelatih kiper Gatot Prasetyo.

(nia/bas)
#timnas indone