Beranda Berita Utama Presiden Jokowi Izinkan Bantuan Internasional Masuk untuk Korban Gempa dan Tsunami Palu

Presiden Jokowi Izinkan Bantuan Internasional Masuk untuk Korban Gempa dan Tsunami Palu

Presiden Jokowi saat mengunjungi korban gempa dan tsunami di Palu.

JAKARTA-RADAR BOGOR, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Tom Lembong, menyatakan bahwa Presiden RI Joko Widodo telah memberikan izin kepada BKPM untuk mengkoordinasi masuknya bantuan internasional ke Indonesia, demi meringankan derita korban bencana gempa-tsunami di Sulawesi.

“Semalam, Presiden @Jokowi memberikan izin kepada kami untuk menerima bantuan internasional untuk merespons dan meringankan darurat bencana,” tulis Tom Lembong Lewat kicauan di akun Twitter pribadinya.

“Saya membantu mengkoordinasikan bantuan dari sektor swasta dari seluruh dunia,” lanjut Lembong.

Menurut undang-undang dan peraturan pemerintah, bantuan internasional baru bisa masuk setelah menerima izin dari Presiden RI, plus, berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga atau badan lain yang terkait.

Hal itu merujuk pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana; dan Peraturan Pemerintah Nomor 21 dan 23 Tahun 2008 tentang Peran Serta Lembaga internasional dan Lembaga Asing Nonpemerintah dalam Penanggulangan Bencana.

Merespons pernyataan Lembong, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan lewat akun twitternya bahwa ia telah berkomunikasi dengan Menlu terkait bantuan internasional itu.

“Saya baru saja berkomunikasi dengan Bu Menlu RI di New York (untuk menghadiri Majelis Umum PBB sejak awal pekan lalu),” jelas Sutopo, via akun Twitter resmi pribadinya, @Sutopo_PN, Senin (1/10/2018).

“Beliau mengatakan bahwa Presiden telah menyatakan menerima bantuan internasional sesuai kebutuhan kita. Artinya kita ‘welcome’ dengan tawaran internasional. Nanti akan dikoordinir Menkopolhukam,” lanjutnya

“Mekanisme dan prosedur sedang disiapkan BNPB dan Kemenlu sesuai dengan peraturan yang ada,” tambah Sutopo. (ysp)