Beranda Metropolis Bogor Kaya akan Sektor Wisata

Bogor Kaya akan Sektor Wisata

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (Fisib) Universitas Pakuan (Unpak) juga sebagai Pengamat Budaya, Agnes Setyowati
BOGOR –RADAR BOGOR, Pengangguran yang ada di Kota Bogor terus bertambah, terlebih dua industri garmen angkat kaki dari Kota Bogor. Karena itu, ribuan karyawan terancam di rumahkan. Melihat permasalahan tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (Fisib) Universitas Pakuan (Unpak) juga sebagai Pengamat Budaya, Agnes Setyowati angkat bicara mengenai hal ini.
Ia mengatakan, untuk menekan angka pengangguran di Bogor, Unpak tentunya harus mempersiapkan lulusan-lulusan yang kompeten dan yang dibutuhkan oleh pengguna lulusan.
“Oleh karena itu, menanggapi hal ini kami dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Pakuan selalu memperhatikan dan menganalisis potensi-potensi bisnis yang dimiliki kota Bogor dan selalu mengupdate informasi mengenai skills/keahlian yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Kemudian yang kami lakukan adalah menyusun dan menyesuaikan kurikulum yang berorientasi pada kebutuhan di dunia kerja,” bebernya kepada Radar Bogor (28/9).
Sambung Agnes, Ia melihat Bogor sebagai kota yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Beberapa hal yang menjadi kekuatan dari kota ini adalah dalam hal kuliner. Ia banyak melihat bisnis kuliner ini cukup berkembang pesat di kota Hujan ini. Hal itu dapat dilihat banyaknya pengunjung lokal, maupun non-lokal menjadikan Bogor sebagai destinasi kuliner mereka.
“Banyaknya restoran, dan cafe yang ada di hampir pusat kota Bogor juga merupakan indikator bahwa bisnis kuliner cukup menjanjikan di kota ini. Oleh karena itu kita perlu mengangkat kekhasan kuliner yang menjadi salah satu kekuatan identitas kota ini,” ujarnya.
Selain kuliner, lanjut dia, Bogor dapat dikatakan sebagai kota Budaya sehingga sektor pariwisata perlu kita perhatikan sekaligus kita kembangkan. Beberapa situs atau daerah yang memperlihatkan kekayaan budaya yang ada di kota ini banyak dikunjungi wisatawan asing maupun mancanegara.
“Hal ini tentunya bisa kita lihat sebagai potensi yang seharusnya bisa ditingkatkan sebagai peluang usaha. Oleh karena itu, melihat peluang ini kami selalu berusaha untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa untuk dapat diaplikasikan langsung ketika mereka terjun ke dunia kerja, khususnya yang ada di Bogor,” paparnya.
Terkait dengan bisnis kuliner dan wisata budaya, sambung dia, juga memberikan pembekalan tentang bagaimana membuat konsep, sampai melakukan personal branding terhadap potensi yang dimiliki oleh kota ini.
“Menurut saya personal branding merupakan salah satu aspek penting yang mampu membangun kredibilitas kota ini untuk menarik para pengusaha serta masyarakat untuk datang ke kota ini. Salah satunya dengan memanfaatkan penggunaan internet/ jejaring sosial untuk mempromosikan potensi yang dimiliki oleh kota ini,” terangnya. Selain itu, karena Bogor merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan asing, kemampuan berbahasa asing juga merupakan aspek penting yang dapat meningkatkan serta memaksimalkan potensi yang ada di kota ini.
Singkatnya, kata Agnes, kita semua memerlukan strategi-strategi untuk memajukan kota ini, mulai dari pemasaran yang baik, literasi media/digitalisasi, serta perlu mengangkat dan mempromosikan kearifan lokal yang ada.
“Selain itu, saya juga menyarankan kepada pemerintah daerah untuk memberikan pembekalan-pembekalan kepada masyarakat Bogor untuk mengembangkan usaha, khususnya pada sektor industri kreatif. Apabila hal tersebut dilakukan, saya yakin bahwa Bogor akan semakin maju dan hal ini tentunya akan menarik investor dan pengusaha untuk membuka usaha dan tentunya lapangan pekerjaan akan bertambah,” pungkasnya.(cr4)