Beranda Politik Hasil Survei IPI: 10 Parpol Terancam Tak Lolos Senayan

Hasil Survei IPI: 10 Parpol Terancam Tak Lolos Senayan

Gedung DPR. Indikator Politik Indonesia mempublikasikan hasil surveinya terkait Pileg 2019. Bedasar sigi mereka, ada 10 parpol yang terancam gagal ke Senayan (Dok.JawaPos)

JAKARTA-RADAR BOGOR Indikator Politik Indonesia merilis hasil temuan survei nasional terkait peta politik kekuatan di pemilu 2019 mendatang. Selain peta politik pemilihan presiden, mereka juga melakukan survei mengenai kekuatan partai politik.

Direktur Eksekutif Indkator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menyebut PDI Perjuangan diprediksi meraup suara terbanyak di Pemilihan Legislatif 2019 mendatang. Partai berlambang Moncong Putih itu memperoleh 22,9 persen suara.

Posisi kedua diisi oleh partai Golkar dengan perolehan 11,4 persen suara. Kemudian Partai Gerindra dengan 10,7 persen suara, Partai Demokrat terpaut tipis dengan 6,8 persen, PKB dengan 6,2 persen dan PKS sebesar 4 persen suara.

“Untuk posisi kedua dan ketiga masih dapat berubah karena dalam rentang margin of error,” kata Burhan di Kantor Indikator, Jakarta, Rabu (26/9).

Selain itu, Burhan menuturkan, partai-partai lainnya masih dibawah ambang batas parlemen (Parliamentary Threshold) sebesar 4 persen. Mereka adalah PPP dengan 3,7 persen suara, Partai NasDem sebesar 3,4 persen suara, Perindo 2,5 persen dan PAN dengan 2 persen suara.

Di posisi di bawah 2 persen, kata Burhan, ada Partai Hanura sebesar 0,8 persen, PSI sebesar 0,2 persen, PBB dengan perolehan 0,2 persen, partai Garuda dengan 0,2 persen, PKPI 0,2 persen dan Partai Berkarya yang tak mendapatkan suara sama sekali alias 0 persen. Sedangkan yang tidak menjawab sebesar 24,7 persen.

“Tapi saya tak bisa menyebut bahwa PAN, Perindo, NasDem dan PPP tidak lolos parlementary threshold karena masih dalam rentang margin of error,” pungkasnya.

Berdasarkan data tersebut, jelang 7 bulan pencoblosan pileg, setidaknya masih ada 10 parpol yang bakal terancam tidak lolos ke Senayan. Namun, kondisi ini bisa saja berubah, sebab masa kampanye baru saja dimulai.

Sekadar informasi, Indikator Politik Indonesia melakukan survei pada 1-6 September 2018 dengan melibatkan 1220 responden. Survei ini juga menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

(aim/JPC)