Beranda Ekonomi Berharap Ekonomi Domestik Dapat Perkuat Rupiah Dari Tekanan The Fed

Berharap Ekonomi Domestik Dapat Perkuat Rupiah Dari Tekanan The Fed

ilustrasi dolar (Toni Suhartono/Indopos)

JAKARTA-RADAR BOGOR,Perdagangan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sepertinya masih akan terjebak di zona merah pasca dinaikannya suku bunga The Fed.

Analis CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, pada umumnya kenaikan suku bunga The Fed akan membuat laju USD meningkat dan dapat menghalangi potensi kenaikan dari sejumlah mata uang, termasuk Rupiah.

“Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14.910-14.888,” ujarnya Kamis (27/9).

Reza mengatakan, sentimen dari dalam negeri diharapkan dapat lebih positif untuk mengimbangi sentimen dari kenaikan suku bunga The Fed tersebut sehingga Rupiah masih dapat bertahan dalam pergerakan positif.

Reza menjabarkan, jelang pertemuan The Fed di pekan ini, laju Rupiah mampu kembali mengalami kenaikan. Adanya perkiraan akan dinaikannya tingkat suku bunga The Fed tidak menghalangi laju Rupiah untuk dapat bergerak positif.

Disamping itu, adanya perkiraan nantinya BI akan ikut menaikan suku bunganya untuk membantu penguatan Rupiah memberikan dorongan pada Rupiah.

Bahkan adanya penilaian terhadap tim ekonomi Pemerintah yang telah berhasil menjaga stabilitas ekonomi dan penilaian ADB terhadap ekonomi Indonesia yang solid serta meningkatnya penerimaan dari pajak impor turut membantu penguatan Rupiah.

“Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah,” tandasnya.

(mys/JPC)