Beranda Politik Kata Karding, Jokowi Hanya Kampanye di Hari Sabtu dan Minggu

Kata Karding, Jokowi Hanya Kampanye di Hari Sabtu dan Minggu

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Abdul Kadir Karding mengatakan, sampai saat ini Jokowi memutuskan untuk berkampanye hanya pada akhir pekan. Saat dirinya tengah bebas dari tugas sebagai kepala negara. (Miftahul Hayat/jawapos.com)

JAKARTA-RADAR BOGOR Jadwal kampanye Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 masih terus menuai diperdebatkan. Sebab di satu sisi dia masih menjadi Presiden, namun ia dituntut pula untuk menyosialisasikan diri agar terpilih kembali untuk periode kepemimpinan kedua.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Abdul Kadir Karding mengatakan, sampai saat ini Jokowi memutuskan untuk berkampanye hanya pada akhir pekan. Saat dirinya tengah bebas dari tugas sebagai kepala negara.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu disebut belum berencana mengambil opsi cuti untuk berkampanye. Sebab dia masih mengutamakan kepentingan negara.

“Soal cuti (saat kampanye) saya kira belum. Sampai hari ini yang saya dapat informasi dari Jokowi bahwa beliau akan berkampanye di hari Sabtu dan Minggu dan sisanya itu digunakan untuk tugas-tugas kenegaraan,” ungkap Karding di

Rumah

Cemara Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (25/9).

Namun pria yang juga menjabat sebagai Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengaku terbebani dengan rencana Jokowi ini. Sebab jika dihitung hingga April 2019, akan banyak waktu kampanye yang tidak diikuti oleh Jokowi.

“Tentu ini bagi kami sesuatu yang berat, karena ada sekitar 6 bulan ke depan itu harus diisi oleh Kiai Ma’ruf dan tim kampanye juga relawan. Hanya ada sekitar 62 hari yang punya ruang waktu cukup pak Jokowi untuk berkampanye,” imbuh Karding.

Meski demikian, Karding mengaku menghormati keputusan Jokowi. Hal ini dianggapnya sebagai pembuktian petahana akan kepeduliannya terhadap kepentingan bangsa.

“Ini menunjukkan bahwa pak Jokowi tidak mikir dirinya saja. Ini bukti bahwa pak Jokowi lebih mementingkan urusan-urusan negara dan bangsa,” pungkasnya.

(sat/JPC)