Beranda Berita Utama Tragis! Batita 20 Bulan Tewas di Lanting Penyedot Emas

Tragis! Batita 20 Bulan Tewas di Lanting Penyedot Emas

Ilustrasi Tenggelam.

KALTENG-RADAR BOGOR, Kelengahan orang tua berujung petaka. Hilmi, bocah yang baru berumur 20 bulan, kehilangan nyawa saat orang tuanya mandi di sebuah lanting (rumah di atas sungai) penyedot emas. Bocah itu terpeleset dan tercebur ke sungai, lalu tenggelam.

Musibah itu bermula sang ibu, Reni (37), mengajak Hilmi mandi di lanting penyedot emas miliknya di Desa Tumbang Muroi, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Jumat (21/9/2018) lalu.

Tanpa sepengetahuan ibunya yang tengah mandi, Hilmi berjalan seorang diri di atas lanting. Celakanya, dia berjalan di pinggir lanting.

Saat itulah petaka terjadi. Bocah itu tiba-tiba terpeleset. Badannya yang mungil langsung tercebur ke sungai. Sungai yang dalam tanpa ampun langsung ‘menelan’ tubuh Hilmi hidup-hidup. Bocah itu tak bisa berbuat banyak.

Tak ada suara apa pun keluar dari mulutnya. Hanya suara tubuh anaknya yang terjatuh yang didengar Reni.

Wanita itu kaget. Namun, tak bisa berbuat banyak karena tak bisa berenang. Sang ibu hanya bisa berteriak sekuat tenaga memanggil warga.

“Istri saya tahu anak tenggelam pas dengar suara tercebur itu. Dia lalu berteriak. Katanya anak kami tenggelam. Kami langsung mencari Hilmi ke dalam sungai dibantu warga,” tutur Mandro, 40, ayah korban dikutip dari Radar Sampit (Jawa Pos Group), Minggu (23/9/2019).

Setelah empat jam dilakukan pencarian, tubuh Hilmi berhasil ditemukan. Lokasinya tak jauh dari lanting tempatnya terjatuh. Setelah dievakuasi, batita itu sudah tak bernapas. Dia meninggal dunia karena terlalu lama di dalam air.

Kapolsek Mantangai AKP Kristanto Situmeang mengatakan, anggotanya ikut melakukan pencarian setelah mendapat laporan dari warga.

Korban lalu dibawa ke rumah duka setelah ditemukan. Akibat kejadian itu, Reni hanya bisa menyesal. Dia menangis histeris melepas kepergian anaknya secara mendadak. (ysp)