Beranda Politik Ini Strategi Politik Tahap Awal Ketua Jubir Kubu Prabowo-Sandi

Ini Strategi Politik Tahap Awal Ketua Jubir Kubu Prabowo-Sandi

Ketua Umum Pemuda PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak siap melepas statusnya sebagai PNS demi fokus menjadi kordinator jubir Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

JAKARTA-RADAR BOGOR,Tugas berat di Pilpres 2019 telah menanti Ketua Pengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. Setelah didapuk sebagai Kordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasanga Prabowo-Sandi dia diharuskan segera menyusun strategi tempurnya.

Di tahap awal, Dahnil mengaku, dirinya ingin menciptakan pesta demokrasi yang gembira. Sehingga kedua pendukung pasangan calon tetap bisa berpolitik tanpa harus takut terjadi perpecahan.

“Yang jelas kami sebagai jubir akan menghadirkan narasi-narasi yang menggembirakan. Kita akan mendorong demokrasi yang menggembirakan,” ujar Dahnil di Roemah Djoeang Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (21/9).

Untuk mewujudkan demokrasi yang menggembirakan, Dahnil berpendapat dalam berkampanye harus diisi oleh ide dan gagasan. Sehingga kedewasaan dalam berdemokrasi pun akan semakin terangkat.

“Saya sampaikan kepada teman-teman jubir yang jumlahnya ada 28, agar seluruhnya bisa berbicara dengan penuh dengan gagasan dan ide,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Dahnil juga menyebut bahwa debat panas dalam kontestasi politik ini merupakan hal yang wajar. Dengan cacatan harus disikapi dengan dewasa oleh setiap kubu.

“Jadi demokrasi kita jangan baperan, demokrasi kita harus asyik seperti Bang Sandi selalu tampil asyik. Jangan nanti pas debat malah baper. Yang jelas debat boleh sekeras mungkin tapi pada ruang ide dan gagasan,” tegasnya.

Tugas berat di Pilpres 2019 telah menanti Ketua Pengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. Setelah didapuk sebagai Kordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasanga Prabowo-Sandi dia diharuskan segera menyusun strategi tempurnya.

Di tahap awal, Dahnil mengaku, dirinya ingin menciptakan pesta demokrasi yang gembira. Sehingga kedua pendukung pasangan calon tetap bisa berpolitik tanpa harus takut terjadi perpecahan.

“Yang jelas kami sebagai jubir akan menghadirkan narasi-narasi yang menggembirakan. Kita akan mendorong demokrasi yang menggembirakan,” ujar Dahnil di Roemah Djoeang Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (21/9).

Untuk mewujudkan demokrasi yang menggembirakan, Dahnil berpendapat dalam berkampanye harus diisi oleh ide dan gagasan. Sehingga kedewasaan dalam berdemokrasi pun akan semakin terangkat.

“Saya sampaikan kepada teman-teman jubir yang jumlahnya ada 28, agar seluruhnya bisa berbicara dengan penuh dengan gagasan dan ide,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Dahnil juga menyebut bahwa debat panas dalam kontestasi politik ini merupakan hal yang wajar. Dengan cacatan harus disikapi dengan dewasa oleh setiap kubu.

“Jadi demokrasi kita jangan baperan, demokrasi kita harus asyik seperti Bang Sandi selalu tampil asyik. Jangan nanti pas debat malah baper. Yang jelas debat boleh sekeras mungkin tapi pada ruang ide dan gagasan,” tegasnya.

(sat/JPC)