Beranda info bogor Santap Daging Puyuh Goreng dan Bakar Ini, Rasanya..Emmm. Mantap!

Santap Daging Puyuh Goreng dan Bakar Ini, Rasanya..Emmm. Mantap!

Sandi (25) pedagang daging puyuh goreng dan bakar, di sebelah Gedung Unit Transfusi Darah PMI Bogor, di Jalan Kresna Raya, Bantarjati, Bogor Utara, Bogor.

BOGOR-RADAR BOGOR, Menu makanan dari bahan daging puyuh menjadi salah satu panganan yang banyak digemari oleh masyarakat Kota Bogor saat ini.

Rasa daging puyuh yang gurih mampu membuat anak–anak sampai orang tua menyukainya. Adalah Sandi (25), salah satu pedagang daging puyuh goreng dan bakar di Kota Hujan.

Berbekal gerobak kuning dan mangkal di sebelah Gedung Unit Transfusi Darah PMI Bogor, tepatnya di Jalan Kresna Raya, Bantarjati, Bogor Utara, Bogor, daging puyuh goreng dan bakar miliknya banyak diserbu pembeli.  Apalagi, pedagang daging puyuh termasuk jarang di kota ini.

universitas pakuan unpak

“Seingat saya, hanya satu-satunya kalau di Kota Bogor. Pernah lihat ada yang menjual tapi di Ciawi, buka kios dia,” kata Sandi membuka percakapan, Rabu (19/9/2018).

Sambil kedua tangannya sibuk menggoreng burung puyuh, Sandi bercerita awalnya jatuh cinta dengan burung puyuh hingga memulai usaha.

Kecintaan pada kuliner serta ajakan sang kakak untuk membuka usaha burung puyuh akhirnya dilakoninya.

“Buka tahun 2015, saya coba-coba burung puyuh, tapi tidak semua orang suka karena melihat burung puyuh dagingnya kecil, jadi saya juga jual ayam bakar dan goreng,” kata Sandi yang suka memakai topi itu.

Sehari, Sandi bisa menjual burung puyuh sebanyak 10 ekor. Burung Puyuh jenis lokal itu didapatkan dari suplier di Bogor. Tetapi burung puyuh itu berasal dari peternakan di Yogyakarta.

“Jadi kalau stok dari Jogja ke agen Bogor kosong, ya saya tidak bisa menjual,” kata Sandi

Selain itu, sambal pendamping burung puyuh goreng atau bakar cukup digemari pelanggan.

Sebab, sambal yang dibuat Sandi pedas tanpa menggunakan tomat sehingga membuat banyak pelanggan ketagihan.

“Dagingnya enak, sambalnya pedas, bikin nagih,” kata Dodit yang sering makan malam di warung Sandi.

Pelanggan lainnya, Wawan juga memuji menu burung puyuh yang dijual Sandi.

“Teksturnya lembut, dagingnya lebih besar karena langsung dari peternak,” kata Wawan.

Sandi mengatakan burung puyuh yang dijualnya berjenis pejantan lokal dengan berat sekitar 125 gram.

“Jadi lebih enak dagingnya, semuanya pejantan,” kata Sandi yang sebelumnya bergelut di bidang marketing selama 10 tahun. (ysp)