Beranda Bogor Raya Libatkan Alumni dan Sewa Bus, Warga Gagalkan 98 Pelajar Hendak Tawuran

Libatkan Alumni dan Sewa Bus, Warga Gagalkan 98 Pelajar Hendak Tawuran

Sebanyak 98 pelajar dari tiga daerah yakni Kota Bogor, Kabupaten Bogor dan Kota Depok diamankan di Mapolsek Gunung Putri.

GUNUNGPUTRI–RADAR BOGOR, Warga gagalkan tawuran yang melibatkan pelajar SMK di tiga daerah yakni Kota Bogor, Kabupaten Bogor dan Depok.

Setidaknya ada 98 siswa yang diamankan Polsek Gunung Putri, mereka berencana melakukan aksi tawuran di Gerbang Tol Pojok Gunung Putri, Senin (17/9/2018) petang.

Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky menjelaskan, pihaknya mengamankan puluhan pelajar yang hendak melakukan tawuran antarpelajar.

“Ada 98 pelajar yang diaman­­kan dari lima sekolah berbeda, tetapi hanya ada satu sekolah dari kabupaten dan itu hanya empat orang. Kondisi ini tentunya amat memprihatinkan kita semua,” ujar Dicky usai mem­berikan pengarahan kepada pelajar di Polsek Gunung Putri kepada Radar Bogor, kemarin.

Setelah melakukan pemerik­saan terhadap pelajar, mereka terbukti melakukan perencanaan. Bahkan, dalang perencanaan melibatkan para alumnus. Para pelajar juga menghimpun iuran dari setiap siswa. Pasalnya, para pelajar menyewa bus untuk melakukan tawuran.

Menurut Dicky, pemicunya karena hanya saling ejek dan dipanas-panasin oleh alumni, kakak kelas agar terjadi keributan.

Sementara itu, Kapolsek Gunung Putri, Kompol Yudi Kusyadi menambahkan, sebelum menuju ke Tol Gunung Putri, para pelajar tersebut berkumpul di Gang Asem RT 2/12, Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor, sekitar pukul 17.30 WIB, Senin (17/9).

Menurut hasil pemeriksaan, pelajar berasal lima sekolah yang sudah mempersiapkan pem­berangkatan dengan menyewa du­a bus.

Awalnya, mereka berkumpul di titik Warung Jambu, Kota Bogor. Mereka berangkat menuju titik lokasi tawuran dengan dua bus yang disewanya.

“Setelah itu mereka turun di Gerbang Tol Gunung Putri, sekitar pukul 06.00 WIB, pelajar melakukan penyera­ngan,” ujarnya.

Terkait dengan para pelajar yang diamankan, kata dia, pihak­nya membuat surat perjanjian agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Kami akan tindak tegas. Saat ini status mereka dipulangkan,” tukasnya.(don/ysp)