Beranda Ekonomi Kebijakan Penghentian Impor Mobil Mewah Masih Ramah pada Importir

Kebijakan Penghentian Impor Mobil Mewah Masih Ramah pada Importir

Kebijakan impor mobil
masih ramah importir (Wilfridus Zenobius/JawaPos.com)

JAKARTA-RADAR BOGOR, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah mewanti-wanti untuk penghentian sementara impor kendaraan mewah dengan kapasitas mesin diatas 3000 cc. Ini berarti mobil-mobil mewah seperti Ferrari, Lamborghini, dan mobil premium lainnya bakal terkena dampak kebijakan ini.

Terkait kebijakan ini, Kasubdit Ditjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin Togu Sihombing mengungkapkan sejak Juli 2018 lalu, Kementerian Perindustrian telah melakukan pengendalian dengan pemberhentian sementara barang-barang mewah termasuk otomotif.

“Jadi memang di kita sudah ada pengendalian sejak Juli lalu pengendalian. Kalau di otomotif yang mandetori 3000 cc ke atas. Maka kebijakan kami adalah selain cc nilai SOB atau fee on board yakni harga mobil di pelabuhan muat yang diatas 40.000 US dolar dari importir umum dihentikan sementara,” kata Togu Sihombing pada JawaPos.com, Rabu (5/9).

Namun demikian, Kemenperin punya beberapa pertimbangan agar masalah impor barang mewah atau mahal ini tak mengganngu ekonomi negara. Karena itu ada empat kriteria untuk importir umum tetap melakukannya dengan batasan berikut.

Pertama, kendaraan yang sifatnya niaga seperti truk, eksafator dan alat berat lainnya yang biasa beroperasi di maining dan perkebunan
yang secara langsung berdampak pada kelangsungan pengembangan ekonomi.

Kedua, Kemenperin akan mempertimbangkan importir umum atau perusahaan yang melakukan ekspor lebih banyak dari impor. Namun jumlah impornya juga diminimalkan jika tidak mendesak.

Ketiga, Kemenperin membuka impor CBU untuk perusahaan yang berkomitmen untuk melakukan investasi dalam waktu dekat, seperti perluasan pabrik atau tambahan investasi lain dalam bentuk modal kerja uang di Indonesia.

Keempat, untuk importir umum yang hanya jualan saja, impor mobil mewahnya dihentikan sementara. Kalau pun diizinkan, akan di izinkan seminimal mungkin. Paling tidak dua atau tiga unit.

Saat ini Kemenperin tinggal menunggu instruksi dari Kementrian Perdagangan untuk kesepakatan mengenai barang apa saja yang akan masuk dalam kategori barang mewah untuk penghentian sementara.

“Begitu instruksi masuk, kita akan langsung memanggil para importir umum untuk berbicara tentang kebijakan ini, jadi mereka bisa pahami kondisi negara kita saat ini, sampai ekonomi kembali pulih,” tukasnya.

(wzk/JPC)