Beranda Olahraga Arena Masuk Mulut Buaya

Masuk Mulut Buaya

KOMPAK: Tontowi Ahmad /Liliyana Natsir, berusaha mengembalikan bola.

JAKARTA–RADAR BOGOR,Lepas dari mulut singa, masuk mulut buaya. Pepatah itu cocok mengg­ambarkan keadaan yang baru saja dialami Tontowi Ahmad /Liliyana Natsir di babak final Kejuaraan Asia 2018.
Mereka gagal juara, Minggu (29/4).

Sabtu (28/4) lalu, Owi/Butet sukses membuat kemenangan mudah tak terduga atas wakil tangguh Tiongkok Zheng Siwei/Huang Yaqiong, yang notabene menjadi lawan yang disebut-sebut paling bakal menyulitkan Owi/Butet.

Menangnya Owi/Butet dengan skor 21-11 dan 21-13 pun membuat sejumlah penggemar bulu tangkis optimistis peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 itu pasti bakal merengkuh gelar juara. Pasalnya, lawan mereka di final adalah pasangan Tiongkok lain yang secara ranking berada di bawah Siwei/Yaqiong, Wang Yilyu/Huang Dongping.

universitas pakuan unpak

Entah karena lengah atau faktor teknis dan non-teknis lain, prediksi tersebut ternyata salah besar. Yilyu/Dongping sukses menjadi buaya yang membuat Owi /Butet ibarat seekor zebra yang diterkam saat baru saja lolos dari kejaran singa.

Di bawah riuh rendah pendukung yang memadati Wuhan Sports Center, Yilyu/Dongping tanpa jemu menggempur pertahanan Owi/Butet.

Banyaknya error yang dilakukan Owi di sepanjang pertandingan pun kian membuat Yilyu /Dongping berada di atas angin.

Keduanya pun sukses mencincang Owi/Butet dua game langsung dengan skor kembar, 21-17. Kekalahan ini membuat para wakil Indonesia kembali pulang dengan tangan hampa ke Tanah Air.

”Sebetulnya di awal sudah benar, namun ada sedikit kesalahan yang membuat mereka bangkit.

Kami tidak bisa menahan laju poin mereka. Mungkin karena kami terlalu fokus, jadi mainnya monoton dan tidak mengubah ritme,” kata Butet.

Butet menuturkan, pertahanan rapat Yilyu/Dongping yang rapat juga membuat mereka frustrasi. “Jadi kami juga ada keraguan (dalam menyerang, red),” katanya.

Se­­mentara itu, Owi me­nuturkan bahwa kuatnya benteng musuh membuat ia terburu nafsu dalam meraih poin. Sial, hal itu malah berbuah fatal dengan banyaknya kesalahan sendiri.

“Intinya kami kurang sabar mainnya,” kata Owi yang juga dibenarkan Butet. “Memang yang penting itu dari pikirannya. Dapat poinnya memang susah, harus lebih sabar,” kata Butet.(jpg)