Beranda Bogor Raya Makam Eyang Sake Mulai Dipadati Peziarah

Makam Eyang Sake Mulai Dipadati Peziarah

MULAI DIPADATI: Calon bupati Bogor, Ade Yasin saat mengunjungi makam Eyang Sake, beberapa waktu lalu.

CITEUREUP–RADAR BOGOR,Tim Sahara Kabupaten Bogor terus mengga­lakkan program pelestarian peninggalan sejarah para penyebar agama Islam. Di tanah milik PT Barisan Baraya Hiraya yang telah diwakafkan di Kelurahan Karangasem Timur RW 02, Kecamatan Citeureup, kini telah tuntas direnovasi.

“Awalnya bangunan ini sangat mengkhawatirkan. Reyot dan termakan usia. Karenanya kami rehab,” ucap Wakil Ketua Sahara, R Daryatu kepada Radar Bogor.

Menurutnya, sejak diram­pungkan pembangu­nannya, tempat tersebut mulai ramai didatangi para peziarah dari masyarakat umum. “Belum lama ini calon bupati kita (Ade Yasin, red) ke makam ini berziarah. Juga banyak pejabat lainnya,” kata Daryatun.

universitas-nusa-bangsa

Terpisah, Direktur Utama PT Barisan Baraya Hiraya Nurlelah Piradita menerangkan, pema­kaman anak dari Eyang Sake ini kerap menjadi objek wisata rohani masyarakat. Tak hanya dari Bogor, para pengun­jung umumnya berasal dari Jawa Barat hingga warga Jakarta.

“Mereka yang datang bukan meminta-minta pada makam. Tapi lebih untuk berziarah dan berdoa,” ujarnya. Untuk itu, pemeliharaan makam para para penyebar agama Islam sangat penting dilakukan.

Selain sebagai cagar budaya, kata dia, makam para penyebar agama Islam tersebut menjadi media edukasi sejarah yang paling efektif. “Para orang tua mengajak anaknya ziarah ke tempat ini sambil menceritakan pola dakwah shohibul maqom (penghuni makam, red) dalam menyebarkan agama Islam,” tuturnya.

Langkah Sahara melestarikan peninggalan sejarah para penye­bar agama Islam juga menda­patkan apresiasi dari mantan wakil ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Yasin. “Kalau saya ziarahi tempat ini, karena memang keluarga saya memiliki tradisi ziarah ke para alim ulama,” tukas Ade.

Ia menilai, langkah Sahara untuk menjaga tradisi keislaman ini patut mendapat acungan jempol. Karena, dengan kep­edulian yang tinggi terhadap makam para ulama, akan menciptakan generasi muda yang sadar sejarah.(pem/*)