Beranda Politik Cawapres Jokowi masih Mengambang

Cawapres Jokowi masih Mengambang

Presiden Joko Widodo

SURABAYA–RADAR BOGOR,Pembicaraan me­ngenai cawapres yang akan digan­deng Joko Widodo dalam pilpres belum mengerucut. PDIP memilih membiarkan isu mengenai cawapres Jokowi ber­kembang sendiri. Hanya, PDIP mewanti-wanti parpol-parpol koalisi untuk tidak kecewa bila ternyata Jokowi me­milih cawapres di luar nama-nama yang beredar.

Dua hari belakangan, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengajak Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam safarinya ke Jawa Timur. Namun, Wasekjen PDIP Ahmad Basarah membantah bahwa keikutsertaan Susi memiliki alasan politis. ”Bu Susi datang dalam kapa­sitas menteri kelautan mendampingi Bu Mega dalam kapasitas sebagai ketua Yayasan Kebun Raya,” terangnya seusai kampanye cawagub Puti Guntur Soekarno di Surabaya, ke­marin (29/4).

Keduanya hadir untuk mendukung program peng­hijauan di Surabaya, termasuk penanaman mangrove. Susi yang kemarin hadir di Kampung Margorukun, Surabaya, itu langsung beranjak pergi ketika kegiatan masuk sesi kampanye pilgub. Meski, dia sempat tertawa dan menggelengkan kepala saat warga menyorakinya dengan sebutan cawapres.

universitas-nusa-bangsa

Basarah memastikan hingga saat ini belum ada kesimpulan, apalagi mengarah pada satu nama cawapres. ”Hampir semua partai politik yang telah mendeklarasikan mendukung Pak Jokowi, pada umumnya juga mencalonkan ketua umumnya sebagai cawapres,” tutur politikus yang juga wakil ketua MPR itu.

Misalnya, Ketum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketum PPP Romahur­muziy. Bahkan, lanjut dia, tidak tertutup kemungkinan ada aspirasi di internal Partai Golkar yang me­nginginkan Airlangga Hartarto men­jadi cawapres Jokowi. Hal itu sah-sah saja. Sebab, saat ini adalah fase kon­testasi cawapres untuk diper­tim­bangkan dan diputuskan Jokowi.

Hanya, pihaknya berharap kon­testasi cawapres itu tidak mem­buat parpol koalisi tidak solid. ”Kalau ak­hirnya Pak Jokowi memilih cawa­pres bukan di antara calon-ca­lon yang mun­cul, kami harap kerja sama politik itu tetap dilanjutkan sampai pada level deklarasi hukum,” lanjut Basarah. Sebab, kerja sama politik tidak harus selalu berbentuk deal cawapres. Kerja sama bisa juga dila­kukan di kabinet atau parlemen.

Yang jelas, saat ini peluang para to­koh yang muncul itu masih sama. Saat ini seluruh ketua umum parpol masih masuk tahap monitoring dan evaluasi atas perkembangan politik te­­rakhir. ”Kita masih punya cukup waktu untuk menunggu keputusan akhir Pak Jokowi dengan ketua umum partai politik,” tambahnya.(byu/c10/oni)