Beranda Olahraga All Sport Owi-butet jadi Tumpuan

Owi-butet jadi Tumpuan

LOLOS: Owi/Butet merayakan kemenangannya.

WUHAN–RADAR BOGOR,Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir kini berada di peringkat pertama di ganda campuran dunia. Itu menjadi yang pertama kalinya sejak mereka dipasangkan. Namun, mereka tidak berhenti disitu, pasangan yang karib disapa Owi/Butet itu mengejar gelar pertama mereka tahun ini.

Ya, Badminton Asia Championships (BAC) 2018 menjadi ajang pembuktian peraih emas Olimpiade Rio 2016 silam. Hari ini mereka akan menghadapi wakil Tiongkok, Wang Yilyu/Huang Dongping pada laga yang berlangsung di Wuhan Sports Center.

Satu tempat di final hari ini mereka amankan setelah berhasil melakukan revans atas Zheng Siwei/Huang Yaqiong, 21-1, 21-13. Secara teknis, Owi/Butet saat ini tidak terbendung, mereka berkesempatan mengakhiri paceklik gelar sejak kali terakhir menembus final Indonesia Masters Januari lalu.

universitas pakuan unpak

“Kami tidak menyangka bisa menang mudah, kalaupun menang, kami pikir akan ketat,” terang butet dalam surat elektronik PP PBSI. Wajar saja, sebab, Zheng/Huang merupakan pasangan yang menggagalkan mereka menjadi juara di Indonesia Masters tahun ini.

Menghadapi Wang/Huang, Owi/Butet masih inferior. Dari tiga kali pertemuan, mereka hanya mampu mengemas sekali kemenangan. Dua Sisanya menjadi miliki Unggulan kedua di BAC 2018 tersebut. Termasuk saat tampil di Dubai Superseries Finals 2017 silam.

Secara teknis, Owi/Butet sudah menyiapkan rencana terbaik menghadapi wakil Tiongkok di final. Apalagi ini menjadi kesempatan mereka merengkuh gelar perdana tahun ini.

Pada semifinal lainnya, Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta memperlihatkan daya juang tinggi saat meladeni unggulan ketiga asal Jepang, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota. Sayangnya mereka takluk 29-27, 17-21, 11-21. Mereka memaksa pasangan Jepang itu bermain dalam 88 menit. Semifinal terlama yang berlangsung kemarin.

Della/Rizki menilai putusan wasit sedikit membuat mereka lengah. “Tidak masalah soal stamina, dari awal kami sudah siap capek, lawan mengubah pola menjadi lebih lambat,” ujar Rizki. Mereka kalah di sisi mental dan konsentrasi dalam pertandingan.(nap)