Beranda Berita Utama Ramadan 17 Mei, Hanya 29 Hari

Ramadan 17 Mei, Hanya 29 Hari

ilustrasi

JAKARTA–RADAR BOGOR,Ramadan 1439 Hijriah tinggal hitungan hari. Awal bulan suci ini diperkirakan jatuh pada Kamis, 17 Mei 2018 mendatang. Tak hanya itu, puasa juga berlangsung 29 hari.

Kepala Lembaga Pener­bangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Dja­maluddin mengatakan, tahun ini penetapan 1 Rama­­dan, 1 Syawal, dan 1 Zulhijah bakal serentak.

“Di Indonesia, sampai 2021, awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah akan serentak,” katanya.

Hasil analisis Thomas menye­butkan, penetapan tanggal-tanggal penting pada kalender Islam itu serentak karena terbantu posisi bulan. Perbedaan baru muncul pada 2022.

Sebelumnya, Muham­madiyah sudah menetapkan awal bulan puasa atau 1 Ramadan 1439 H/2018 M jatuh pada 17 Mei. Sedangkan Leba­ran atau Idul Fitri ditetapkan pada 15 Juni.

Penetapan oleh Muham­­madiyah dengan metodologi hisab itu tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.0/E/2018 tertanggal 9 Maret dan diteken Ketua Umum Haedar Nashir.

Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 17 Mei lantaran tinggi bulan saat matahari terbenam pada 15 Mei masih di bawah ufuk (minus 0,2 derajat). Dengan demikian, hilal masih belum tampak.

Meski nanti dilakukan pengamatan langsung (rukyat), hilal atau bulan muda tetap tidak akan teramati. Karena posisi hilal tidak bisa diamati, jumlah hari pada bulan Syakban digenapkan (diistikmalkan) menjadi 30 hari.

Dalam hisab 1 Syawal diketahui tinggi bulan pada 14 Juni sudah mencapai 7 derajat lebih di atas ufuk. Dengan demikian, hilal bakal terlihat saat diamati. Karena hilal sudah wujud, diputuskan 1 Syawal jatuh pada 15 Juni.

bozzfoods frozen foods

Di tempat terpisah Tim Pakar Hisab dan Rukyat Sumsel, Teguh Sobri mengatakan perhitungan meng­­gunakan metode ijtima dan konjungsi. Waktu ijtima pukul 18.48 WIB pada 15 Mei. Sesuai data hisab rukyat Kementerian Agama (Ke­menag) 2018.

“Jadi in-syaallah puasa Ramadan pada 17 Mei,” sambungnya.

Dia beralasan bulan Syakban berlangsung 30 hari mulai 17 April 2018. Sebab saat rukyatul kemarin, hilal belum terlihat. Sehingga diistikmalkan (disempurnakan).
Kemungkinan, kata dia, Ra­madan berlangsung selama 29 hari. Sebab pada waktu ijtima 1 Syawal, 14 Juni diperkirakan hilal sudah tinggi. Data ijtima Kemenag, 1
Syawal masuk 15 Juni 2018. Saat itu ketinggian hilal sudah 6 derajat 4 menit sampai 7 derajat 34 menit.

“Mudah-mudahan nanti perayaan Idul Fitri seluruh umat muslim bisa serempak,” jelasnya. Meski demikian, untuk kepastian Ramadan 1439 H tetap menunggu hasil rukyatul hilal di lapangan nanti dan penetapan oleh Kemenag RI. (kos/wan/c9/oki)