Beranda Metropolis Usmar Bantah Berikan Izin

Usmar Bantah Berikan Izin

Usmar Hariman

BOGOR–RADAR BOGOR,Meski Bidang Pertamanan pada Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor tidak menyoal terkait pemindahan pohon di Jalan KH Abdullah Bin Nuh, hal berbeda justru dilontarkan Plt Wali Kota Bogor, Usmar Hariman.

Ia menegaskan bahwa pencabutan 18 pohon yang dilakukan pihak Transmart Carrefour belum mengantongi izin.

Ia membantah jika surat yang belakangan digunakan sebagai pembenaran oleh Bidang Pertamanan Disperumkim adalah surat pemberian izin.

universitas-nusa-bangsa

Menurutnya, surat tersebut hanya sebatas surat tanggap saran.

“Saya pastikan disposisi terakhir itu adalah tanggap saran kepada dinas terkait,” jelasnya kepada Radar Bogor usai menghadiri peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional di Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, kemarin (26/4).

Surat tanggap saran adalah pendapat secara teknis serta pertimbangan dampak lingkungan jika dilakukan penebangan pohon di jalur hijau. “Tanggap saran itu bukan izin. Melainkan memberikan pertimbangan-pertimbangan,” terangnya.

Kemudian mengenai kompensasi bibit pohon, menurut Usmar, belum bisa dilakukan karena Pemkot Bogor sama sekali belum mengizinkan penebangan 18 pohon itu.

“Belum bisa dikompensasi karena belum diizinkan. Balling dan sebagainya merupakan bagian dari tanggap saran. Jadi, tanggap saran bukan izin. Keputusannya ada di kepala daerah dan dinyatakan melanggar kalau sudah ditebang,” kata Usmar.

Meski begitu, ia belum mengetahui sanksi apa yang akan dilayangkan kepada Transmart.

Sementara itu, sebelumnya Kabid Pertamanan pada Disperumkim Kota Bogor, Agus Gunawan menjelaskan bah­wa permohonan menebang pohon itu sudah dilayangkan pihak Transmart sejak 3 April lalu. Dalam surat permohonan­­nya, proyek pusat perbelanjaan di Kelurahan Cibadak, Keca­ma­tan Tanahsareal, itu meminta kepada Pertamanan untuk menebang sebanyak 28 pohon.

“Sebelumnya mereka minta ditebang semua, sekitar 30-an pohon. Tapi, kami hanya mengizinkan 18 pohon. Itu pun bukan ditebang, tapi di-balling,” jelasnya kepada Radar Bogor.

Beberapa jenis pohon yang akhirnya di-balling pihak Transmart, antara lain, kenari, mahoni, serta bintaro. Agus mengaku punya alasan kuat ketika tidak merestui pihak Transmart menebang sebanyak 28 pohon.

“Kami lihat siteplan-nya, apakah pohon itu terkena jalur keluar masuk atau tidak. Jadi, yang kena hanya 18 pohon,” terangnya.

Setelah di-balling (memotong beberapa dahan pohon dan menyisakan bulatan tanah pada bagian akarnya), beberapa pohon itu lantas dibawa ke Ciremai guna menerima pemulihan. Pasalnya, pohon-pohon itu akan mengalami stres ketika dicabut dengan cara balling.

“Yang 18 pohon itu sudah dikarantina dan tahap pemulihan di rumah pembibitan Ciremai,” kata Agus.

Kini, ia sudah berkirim surat pada pihak Transmart untuk segera memenuhi permintaan Disperumkim, yakni mengirimkan sebanyak 1.160 bibit pohon. Sebab, hingga kini pihaknya belum menerima tanda-tanda iktikad baik dari Transmart untuk menyerahkan pengganti 18 pohon kepada Disperumkim Kota Bogor.

“Kami minta pohon pengganti, dan kemarin suratnya sudah kami ajukan untuk penggantian 1.160 bibit pohon. Itu belum dipenuhi, harusnya sih secepatnya. Jangan sampai pada saat launching tapi ini belum dipenuhi,” bebernya.(fik/c)