Beranda Olahraga Arena Grand Master Dunia Berkumpul di Solo

Grand Master Dunia Berkumpul di Solo

SALING BERHADAPAN: Grand Master Susanto Megaranto (kanan) saat bertanding dengan GM Alexey Dreev.

SOLO–RADAR BOGOR,JAPFA Grand Master (GM) Women Grand Master (WGM) Tournament digelar di Solo Paragon Hotel and Residences, 25 April hingga 1 Mei.

Kompetisi catur interna­sional ini mempertemukan para GM dan WGM dari berbagai belahan dunia. Mulai Asia, Eropa, hingga Amerika.

Peserta datang dari Rumania, Amerika Serikat, Georgia, Prancis, Singapura, dan tuan rumah Indonesia. Turnamen diikuti  24 peserta.

Sementara tuan rumah Indonesia mengirimkan enam wakil di kelompok putra dan enam wakil di kelompok putri.

Andalan Indonesia di antaranya GM Susanto Megaranto asal Indramayu dan Internasional Master (IM) M. Lutfi Ali dari Purbalingga.

”Solo dipilih karena kota ini termasuk gudangnya atlet potensial. Apalagi penonton catur di daerah bisanya lebih ganyeng daripada di Jakarta,” ucap Utut Adianto, Ketua PB Percasi kepada Jawa Pos Radar Solo (Radar Bogor Grup).

Utut menambahkan, seseorang bisa jadi GM. Jika tekun dalam berlatih catur. Bahkan penghasilan yang didapat juga menggiurkan.

”Susanto contohnya. Hanya pecatur dari sebuah daerah terpencil di Indramayu. Tapi dengan ketekunan, dia berhasil mendapat predikat sebagai Grand Master.

Saat ini dia sudah mengunjungi 70-an negara untuk bertanding,” beber Utut.

Pada turnamen ini, JAPFA dan PB Percasi juga mengundang GM Timur Gareyev. Dikenal sebagai Blindfold King of Chess.

Selain itu juga ada GM Ma Qun dari Tiongkok yang memiliki rating 2.645. Pada masa jayanya, GM Ma Qun berhasil menyabet gelar jawara  catur Commonwealth di 2013.(jpg)