Beranda Metropolis Dua Inovasi Canggih Warga Kentagor

Dua Inovasi Canggih Warga Kentagor

KREATIF: Warga Kentagor saat dijemput dengan bajaj listrik dari Posyandu Akasia C RW 13 Kencana.

BOGOR-RADAR BOGOR,Inovasi canggih warga Kencana, Tanahsareal Kota Bogor (Kentagor) RW 13 diapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Inovasi itu adalah Baju Posyandu dan penerapan bebas asap rokok setiap weekend.

Warga Kentagor, sapaan yang kini melekat pada warga Kencana ini, sudah sejak dua tahun lalu memiliki mobil bajaj. Kehadiran kendaraan ramah lingkungan yang menggunakan tenaga listrik ini mungkin di Kota Bogor baru ada di RW 13, Kelurahan Kencana, Keca­matan Tanahsareal. Nah, Baju Posyandu yang ada di RW 13 ini bukan pakaian, tetapi kepan­jangan dari Bajaj untuk Posyandu.

Warga biasa menyebutnya Baju Posyandu, karena bajaj listrik (Batik) ini disiapkan RW 13 untuk mengantarkan dan menjemput anak-anak balita ke posyandu. Termasuk, mengantar tamu-tamu yang berkunjung ke wilayahnya. Batik ini juga digunakan untuk kepentingan pendataan pemilih Pilwalkot dan Pilgub Jabar 2018.

“Jadi untuk mendata pemilih, PPDP (petugas pemutakhiran data pemilih) mendatangi rumah-rumah warga dengan menggunakan Batik,” sebut Lurah Kencana, Syafei R.

Syafei mengatakan, Batik milik warga RW 13 sudah diperkenalkan dalam helaran Hari Jadi Bogor (HJB) dua tahun lalu. “Saat itu Batik RW 13 Kelurahan Kencana ini ikut meramaikan karnaval HJB,” ujarnya.

Menurut Syafei, wilayah RW 13 sering menjadi sasaran objek kunjungan studi banding, baik dalam negeri maupun luar negeri. “Tamu-tamu yang datang ke RW 13, sasaran kunjungannya ke lokasi pengelolaan sampah terpadu, TPS 3R (reuse, reduce, recycle),” tambahnya.

Selain itu, lanjut Safei, RW 13 juga menerapkan program Tanpa Asap Rokok setiap Sabtu dan Minggu. “Jika Jalan Sudirman oleh Pemkot Bogor ditetapkan sebagai lokasi car free day setiap Minggu pagi, kita di RW 13 menerapkan bebas asap rokok. Jadi, jika ada warga kedapatan merokok di Sabtu dan Minggu di wilayah RW 13, akan dikenakan denda sebesar Rp50 ribu. Kemudian, denda yang didapatkan dari pelanggar (perokok, red) akan menjadi kas keuangan RT dan RW,” ujarnya.

Apresiasi positif juga disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Bogor, Artiana Yanar Anggraeni, saat mengumumkan pemenang lomba Posyandu tingkat Kota Bogor di aula kantor DPMPPA, Senin (23/4) lalu.

Artiana menyebutkan, penera­pan bebas asap rokok setiap Sabtu dan Minggu di Kentagor merupakan inovasi luar biasa yang patut dicontoh kelurahan-kelura­han lainnya. Selain itu, ada inovasi cang­gih yang belum ada di kelurahan lainnya yaitu Baju Posyandu.(*/don)