Beranda Politik Aib Masa Lalunya Terbongkar, Ridwan Kamil: Mohon Maaf Lahir Batin

Aib Masa Lalunya Terbongkar, Ridwan Kamil: Mohon Maaf Lahir Batin

KOMPAK: Calon gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama calon wakil gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum.

BANDUNG – RADAR BOGOR, Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil diterpa isu tak sedap jelang pemungutan suara. Aib masa lalu Ridwan Kamil dibongkar dan ditebar di media sosial serta grup WhatsApp (WA).

Kicauan kontroversi Ridwan Kamil di masa lalu dijadikan alat kampanye negatif di dunia maya. Padahal, kicauan tersebut dibuat Ridwan Kamil pada tahun 2010 dan 2011.

Mengetahui kicauan masa lalunya dimanfaatkan untuk kampanye negatif, Ridwan Kamil langsung meminta maaf dan memberikan klarifikasi lewat Twitter pribadinya.

universitas pakuan unpak

“Twit2 masa lalu saya memang banyak yang emosional. Sehingga tdk kontekstual dijadikan referensi hari ini. Manusia juga mengalami transformasi dan perubahan menjadi lebih positif. Saya menjadi manusia lebih baik sekarang. Mohon maaf lahir batin,” cuit Ridwan Kamil di akun Twitter pribadinya, Kamis (26/4/2018).

Pada kicauan berikutnya, pria yang akrab disapa Kang Emil itu menegaskan, saat ini dan ke depan dirinya harus menjadi manusia yang penuh dengan pertaubatan.

“Jika melihat ke belakang sebelum jadi pemimpin masyarakat di Bandung di 2013, tentulah banyak cela dan aib saya sebagai manusia biasa. Sekarang dan masa depan Insya Allah harus jadi manusia penuh pertaubatan dan keteladanan. Sekali lagi maaf lahir batin,” tegasnya.

Sejumlah netter kagum dengan sikap Ridwan Kamil yang berani mengakui kesalahan dan langsung menyampaikan permintaan maaf.

“Sy salut dengan respon @ridwankamil atas twit2 lamanya. Mengakui scr jujur, skrg mengalami perubahan, dan mnt maaf,” cuit @maspiyuuu.

Ia membandingkan dengan tokoh lain yang tidak mau mengakui cuitan masa lalunya. Ia menghapus cuitan lama dan menuding orang yang menyebarkan twit tersebut sebagai penyebar hoax.

“Ada yg twi2 lamanya kebongkar, hapus, lalu malah tuding org lain menyebarkan hoax,” tambahnya. (one/ysp)