Beranda Metropolis Revisi Master Plan Renovasi GOR

Revisi Master Plan Renovasi GOR

DIGEBER: Tampak para pekerja mengangkut sisa-sisa tanah dari renovasi Stadion GOR Pajajaran. DISPORA FOR RADAR BOGOR

BOGOR–RADAR BOGOR,Di tengah pembangunan renovasi yang sudah 50 persen, master plan Stadion Gelanggang Olahraga (GOR) Pajajaran direvisi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor.

Kepala Dispora Kota Bogor Eko Prabowo menjelaskan, revisi di tengah renovasi dilakukan guna mengajukan bantuan anggaran ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pasalnya, master plan sebelumnya hanya berkapasitas 10 ribu penonton. Sedangkan standarisasinya, tribun penonton harus mencapai 30 ribu. Seperti halnya pembangunan Stadion Pakansari di Kabupaten Bogor.

“Kami dapat masukan, kalau tribun di bawah 30 ribu penonton, susah tembus ke pusat. Makanya, tahun ini sedang kami revisi master plan-nya,” ujar Kepala Dispora Kota Bogor, Eko Prabowo saat ditemui di kantornya, Jalan Pemuda, Kota Bogor, Senin (23/4).

universitas-nusa-bangsa

Ia mengatakan, revitalisasi GOR Pajajaran ini sebenarnya sudah sangat mendesak. Mengingat beberapa fasilitas semakin rawan karena sudah terlalu tua. Karenanya, setelah master plan direvisi, Dispora segera berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan Kemenpora untuk mencari peluang mendapatkan bantuan tambahan anggaran.

“Kalau dari kami tidak mungkin. Sebab, Dispora tahun ini hanya mendapatkan anggaran Rp4,8 miliar. Untuk biaya pemeliharaan saja harus benar-benar berpikir keras membaginya,” katanya.

Eko menuturkan, untuk organisasi perangkat daerah (OPD) tipe A seperti Dispora, anggaran Rp4,8 miliar tidak mencukupi. Padahal, sejatinya, Dispora merupakan OPD incomer yang ditarget memperolah pendapatan Rp1–1,2 miliar per tahun.

Dengan kondisi itu, Eko berharap, anggaran Dispora dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan Dispora, yakni sekitar Rp19–20 miliar. Dengan angka itu, Dispora bisa menciptakan ajang kejuaraan dan kreasi untuk pemuda. “Bisa sedikit demi sedikit memperbaiki fasilitas,” jelasnya.

Ke depan, lanjut Eko, GOR Pajajaran diimpikan sebagai pusat sport tourism. Selain itu, pusat kegiatan kepemudaan dengan fasilitas yang layak dan memadai. Namun, perlu sarana yang harus ditata di GOR seluas 9 hektare tersebut. Semisal, pemagaran berkonsep modern dengan pintu otomatis. “Sekarang ini GOR Pajajaran benar-benar terbuka hingga kami meminta bantuan pedagang untuk ikut siskamling,” ujarnya.

Ditutup sejak Januari lalu, renovasi saat ini mencapai 50 persen. Bagian terpenting, yakni rumput bermuda di lapangan sudah merata terpasang dan sudah tumbuh, hanya tinggal ketebalannya.

Sementara 50 persen sisanya, seperti pemasangan empat titik lampu, perbaikan bangku penonton dan toilet akan mulai dilakukan pekan ini hingga Juli mendatang.

“Kalau di kontraknya itu selesai Juli, tapi katanya mau dikejar Juni ini selesai,” tambah Eko.

Dispora, sambung Eko, menginginkan pengerjaan perbaikan stadion dapat selesai cepat, hasil atau kualitasnya tetap bagus. Tidak hanya sekadar cepat, tetapi hasilnya kurang baik. Sebab, lapangan ini nantinya akan dipergunakan untuk latihan tim sepak bola di ajang Asian Games 2018.

“Anggaran seluruhnya dari Kementerian PUPR sebesar Rp3 miliar,” sebutnya.

Setelah perbaikan selesai, tambah Eko, pihaknya harus memikirkan biaya pemeliharaan rumput yang menurut ahli pembuat rumputnya mencapai Rp21 juta. Selain itu, rumput juga harus selalu disiram setiap hari, dan jika dihitung memerlukan anggaran Rp36 juta sebulan.

“Kalau ke depan tidak ada biaya pemeliharaan maka rumput akan rusak,” kata Eko.(don/c)