Beranda Bogor Raya Literasi Pendidik Masih Rendah

Literasi Pendidik Masih Rendah

MOTIVASI: Para pendidik saat mengikuti workshop.

MEGAMENDUNG-RADAR BOGOR,Puluhan kepala sekolah dan guru SD model mengikuti kegiatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang dilaksanakan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor di salah satu hotel bila­ngan Jalan Raya Puncak, Kecamatan Megamendung, kemarin (24/4).

Kepala Seksi Peserta Didik SD Disdik Kabupaten Bogor Tata Karwita menjelaskan, workshop GLS diikuti 80 peserta perwakilan dari 40 kecamatan. ”Pelaksanaan­nya dilakukan selama tiga hari, dari 23-25 April ini. Pesertanya meliputi 40 guru dan 40 kepala sekolah,” jelasnya.

Dijelaskan Tata, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program sekolah berkarakter bagi lembaga rujukan di wilayah. ”Paparan materinya meliputi pengertian literasi, jenis kegiatan literasi, teknis pelaksanaan, hingga penugasan jangka panjang bagi para tenaga pendidik,” paparnya.

universitas-nusa-bangsa

Diakui Tata, hingga saat ini tingkat literasi pada tenaga pendidik daerah masih sangat rendah. Terutama dalam jenis penguasaan penulisan dan minat baca. ”Hal tersebut sangat memengaruhi pengimp­lementasian literasi di sekolah. Terlebih, saat ini masih banyak lembaga yang belum memiliki sarpras pendukung, seperti perpusta­kaan,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, nara­sum­ber GLS SD Kabupaten Bogor Catur Nurrochman Okta­vian mengemukakan, program literasi bisa dilakukan di sekolah. Rincinya, dengan membuat ”pohon” Gerakan Literasi Sekolah (Geulis), penyediaan pojok baca, dekorasi ruangan perpus, hingga pembinaan yang dilakukan guru terhadap peserta didik.

”Literasi bukan hanya membaca buku pelajaran. Novel, komik, atau sains juga bisa dipakai. Hanya saja, saat ini kita perlu pembinaan, menumbuh-kembangkan minat membaca, baik kepada peserta didik ataupun gurunya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor TB Luthfie Syam menambahkan, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan minat literasi di sekolah.

”Disdik akan melakukan hasil evaluasi kepada 40 sekolah model ini, terkait sudah sejauh mana penerapan literasi pasca pelatihan. Dengan harapan, pengaruh positif tersebut, bisa ditiru lembaga lain di sekitarnya,” tukasnya.(dka/c)