Beranda Bogor Raya Lebih Dekat dengan Executive Chef Kamal Arif

Lebih Dekat dengan Executive Chef Kamal Arif

TEROBOSAN: Executive Chef Kamal Arif membuat kompor yang bisa menggunakan bahan bakar lava.

Di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat, beragam inovasi bermunculan dan semakin memberikan kemudahan. Seperti halnya kompor Lava Stone, gagasan koki andal yang sudah malang melintang di industri kuliner, khususnya perhotelan. Ia adalah Executive Chef Kamal Arif.

Kompor yang dibuatnya pun saat ini siap menjadi gebrakan baru sebagai sebuah kompor untuk kegiatan masak-memasak di dapur.

Berbeda dengan kompor lainnya, alat tersebut memiliki daya hingga 450 derajat celcius dan dapat memasak berbagai makanan secara instan tanpa perlu takut kekurangan bahan bakar gas maupun minyak.

universitas-nusa-bangsa

Kamal mengatakan, bahan dasar dari kompor tersebut merupakan fosil dari lava gunung yang mengeras.

Di Provinsi Jawa Timur, batu tersebut dipotong tipis, sehingga bisa digunakan sebagai alat panggang ayam maupun roti.

”Jadi sebenarnya di daerah gunung merapi itu terkandung satu alat yang sangat canggih hasil dari alam, dan di negara lain belum tentu ada. Kita harus bersyukur ternyata Indonesia memiliki kekayaan alam melalui lava yang meletus dari gunung,” katanya.

Kamal menuturkan, Lava Stone memiliki karakter tahan panas atau menyimpan panas. Se­hingga, dari situ, dia memiliki ide untuk menciptakan kompor Lava Stone.
”Ini bisa diaplikasikan untuk oven, grill, dan alat pemanggang sate juga bisa. Batu itu adalah media untuk menahan panas bahkan batu tersebut masih panas dengan kapasitas 100 derajat selama 12 jam dengan keadaan api yang mati,” urainya.

Kamal mengaku, sudah ada tiga jenis kompor dengan bahan bakar lava yang telah dibuatnya. Menurutnya, alat ini bisa men­­­jadi terobosan bagi pen­cinta kegiatan masak-memasak. Sementara ini, kata dia, kompor tersebut belum dipatenkan, namun sesegera mungkin peralatan tersebut akan segera diajukan untuk hak patennya.

”Kedepanya bisa jadi salah satu alat inovasi pembakaran yang tidak menggunakan bahan bakar berlebihan. Ini alat yang sangat simpel dan gak terlalu ribet,  biayanya juga cukup terjangkau,” tan­dasnya.(cr2/c)