Beranda Berita Utama Elektabilitas Cenderung Turun, Prabowo Diminta Urungkan Niat jadi Capres

Elektabilitas Cenderung Turun, Prabowo Diminta Urungkan Niat jadi Capres

Prabowo Subianto

JAKARTA-RADAR BOGOR, Tingkat elektabilitas Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto tak bergerak dalam hasil survei yang dirilis sejumlah lembaga survei.

Tingkat keterpilihan Prabowo jauh di bawah rivalnya, Presiden Joko Widodo. Bahkan disparitas keduanya mencapai 10 hingga 30 persen.

Di survei Median, elektabilitas Jokowi 36,2 persen, sementara Prabowo 20,4 persen. Sedangan hasil survei Cyrus Network, Jokowi 58,5 persen dan Prabowo 21,8 persen.

Jarak elektabilitas yang jauh antar keduanya kembali tergambar dalam hasil survei teranyar Litbang Kompas. Dalam survei ini, Jokowi mendapat elektabilitas 55,9 persen dan Prabowo 14,1 persen.

“Itu mah diam cenderung menurun,” ujar pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Selasa (24/4).

Atas alasan itu, Hendri menyarankan kepada Prabowo untuk mengurungkan niat maju di Pilpres 2019.

Kata dia, jika Prabowo memang melihat pergantian presiden sebagai solusi tepat menyelamatkan Indonesia, maka Prabowo harus memberi kesempatan yang dimilikinya kepada orang lain.

“Sudah sebaiknya Prabowo memikirkan kembali niatannya untuk maju pilpres. Sebaiknya memberi kesempatan kepada sosok baru yang memiliki wowfactor yang mengagetkan dan tidak diperhitungkan oleh lawan,” jelas pendiri Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai KOPI) itu.

Menurutnya, pilihan menjadi kingmaker merupakan yang terbaik bagi Prabowo ketimbang memaksakan dia untuk maju.

bozzfoods frozen foods

“Jarak elektabilitas dengan Jokowi itu 10 sampai 30 persen, emangnya Jokowi bakal diam aja? kan juga bergerak Jokowi,” lanjutnya.

Prabowo, masih kata Hendri, juga tidak boleh menjadi penghambat kemunculan sosok baru, seperti ekonom senior Rizal Ramli yang sudah mendeklarasikan diri sebagai capres dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang memiliki prestasi bagus.

“Kan ada RR (Rizal Ramli), ada (Susi). RR misalnya, namanya mulai menggelora harus diberi kesempatan,” tukasnya. (ysp)