Beranda Bogor Raya Pembangunam Depo LRT Terancam Molor

Pembangunam Depo LRT Terancam Molor

BELUM KELAR: Proyek LRT yang dalam tahap pembangunan.

CIBUBUR–RADAR BOGOR, Proyek pembangu­nan depo kereta api ringan atau light rail transit (LRT) di Kelura­han Jatimulya, Kecamatan Tam­bun Selatan, Kabupatem Bekasi, terancam molor. Sebab, lahan yang akan dibebaskan masih ditolak warga. Padahal, pihak Kementerian Perhubungan akan membangun depo di atas lahan 12 hektare tersebut.

Sebelumnya, rencana awal pem­ba­ngunan sendiri akan dilakukan Maret 2018. ”Pemba­ngunan depo bisa dipastikan baru terealisasi pada perteng­ahan Juni 2018 mendatang,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kementerian Perhu­bu­ngan Jumardi kepada wartawan.

Menurutnya, keterlam­batan pemba­ngunan itu karena adanya penolakan warga setempat. Padahal, di awal April 2018, dari pendataan, sudah tercatat 160 bidang lahan yang masih dikuasai warga.

Untuk itu, kata Jumardi, pihaknya tetap memba­yar ganti rugi setiap bangunan yang terkena pembebasan. Hal itu diatur dalam UU Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Guna Kepe­ntingan Umum.

”Tapi kare­na lahannya milik negara, maka yang diganti hanya bangu­nan dan tumbuhannya saja,” jelasnya.

Sementara itu, koordinator warga Tambun, Sondi Silalahi mengatakan wilayah yang terkena dampak pembangunan ini yakni RW 06, 07 dan 08. Dia menegaskan, sejauh ini warga tidak pernah mendapat unda­ngan mediasi dari pemerintah terkait rencana pembangunan LRT.

Selama ini, kata dia, warga hanya mendapat undangan sosialisasi tentang rencana pembangunan kawasan LRT di perkampungannya. Menurut dia, sebetulnya warga mendu­kung rencana pemerintah tersebut. Hanya saja, mereka mengingin­kan adanya mediasi. ”Tolong hargai kami, di sini kami mengeluarkan biaya untuk hidup,” ujarnya.

Menurut dia, ada sekitar 500 kepala keluarga (KK) yang me­nem­pati lahan di sana. Mereka berlatar belakang ekonomi rendah dengan mengandalkan usaha kecil seperti dagang makanan, warung kelontong, bahkan pekerja lepas. ”Kami sudah menempati lahan ini hingga 25-30 tahun,” tandasnya.(dny)