Beranda Berita Utama Kasihan! Sehari-hari Belajar di Tenda Darurat, Psikologis Siswa Terganggu

Kasihan! Sehari-hari Belajar di Tenda Darurat, Psikologis Siswa Terganggu

Suasana kegiatan belajar mengajar di SDN Mutiara di Kampung Pasir Bayur, Cibeber II, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor yang berlangsung di tenda darurat.

BOGOR-RADAR BOGOR, Pasca robohnya ruang kelas di SDN Mutiara di Kampung Pasir Bayur, Cibeber II, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, hingga kini belum menemukan solusi dan  titik terang.  Meski pernah mendapat informasi, akan disalurkan anggaran DAK, pihak sekolah tidak bisa memastikan karena belum ada informasi secara resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.

”Kita sangat berharap Pemda segera mengantisipasi, dengan memberikan kepastian solusi. Sebab, kondisi ini mulai sangat tidak nyaman bagi guru dan murid dalam proses KBM,” kata Dede Herawati, Kepala Sekolah yang ditemui kemarin

Tak pelak, kondisi ini  mempengaruhi kondisi psikologis murid-murid dan guru yang setiap harinya terlibat proses belajar mengajar. ”Rasanya mulai tidak nyaman, karena menjelang siang, anak anak kegerahan di bawah tenda, syukur-syukur tidak hujan,’’ungkap Asiah, salah seorang wali kelas yang selama ini mengajar di bawah tenda darurat.

universitas-nusa-bangsa

Ditambahkan,  saat ini terdapat 4 rombel yang belajar di bawah tenda. Satu rombel lagi belajar di teras sekolah. Situasi ini, menurutnya sudah tidak kondusif, karena mengganggu satu sama lain.  Kepala Sekolah berharap Pemda Kabupaten Bogor bisa segera mengantisipasi dengan memberikan solusi yang jelas.

Hasil pemantauan Tim KOPEL dari Program Sekolah Aman dan Nyaman, menjumpai sebagian besar murid SDN ini kini belajar  di bawah tenda. Awalnya terdapat  4 ruang kelas. Pasca robohnya 1 ruang kelas beberapa waktu lalu, 2 ruang kelas di sebelahnya juga terancam roboh, sehingga pihak sekolah memutuskan  murid-murid belajar di halaman di bawah tenda darurat.

Ironisnya, meski sudah kondisi darurat, pihak terkait belum pernah meninjau lokasi. Hingga saat ini pihak Pemda maupun DPRD belum pernah turun ke lokasi. (*/ysp)