Beranda Nasional Gempanya Relatif Kecil, Tapi Dampaknya kok Dahsyat? Ini Penjelasannya!

Gempanya Relatif Kecil, Tapi Dampaknya kok Dahsyat? Ini Penjelasannya!

HANCUR: Berbagai jenis bangunan rata dengan tanah usai gempa (foto kiri). Sementara itu, warga mengevakuasi jasad Asep ke rumah sakit.

BANJARNEGARA-RADAR BOGOR, Gempa bumi yang mengguncang Banjarnegara berkekuatan 4,4 skala ritcher (SR). Kekuatan gempat tersebut relatif kecil untuk sebuah gempa di Indonesia yang berada di kawasan cincin api Pasifik.

Namun, dampak gempa sangat dahsyat. Ratusan rumah dan bangunan lainnya rusak parah. Akibatnya, ribuan orang mengungsi. Dua orang meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka akibat gempa di Banjarnegara, Jawa Tengah.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pos Pengamatan Banjarnegara, Setyo Aji, menerangkan, dampak gempa dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain kekuatan dan jarak antara pusat gempa dengan wilayah berpenduduk.

universitas pakuan unpak

Jarak pusat gempa sekitar 30 kilometer sebelah utara kota, atau berdekatan dengan daerah utara Kabupaten Banjarnegara, seperti Kecamatan Kalibening. Semakin dekat dengan pusat gempa, guncangan akan semakin terasa.

Kecamatan Kalibening, Banjarnegara, merupakan daerah wilayah yang paling terdampak dalam peta guncangan gempa4,4 SR ini. Di wilayah itu, tiga desa terdampak paling parah, yakni Desa Kasinoman, Kertosari, dan Lorengan.

Guncangan hebat di tiga desa, terutama di Kasinoman dan Kertosari juga dipengaruhi oleh gempa dangkal. Diperkirakan, pusat gempa hanya berkedalaman sekitar 4 kilometer di bawah permukaan tanah, atau disebut sebagai gempa permukaan.

Peta tingkat guncangan (shake map) BMKG menunjukkan, dampak gempa bumi ini menimbulkan guncangan pada I Skala Intensitas Gempabumi (SIG) BMKG atau II MMI di wilayah Banjarnegara.

“Gempanya dangkal sehingga sangat terasa di wilayah tertentu, terutama yang paling dekat dengan pusat gempa,” Setyo Aji menjelaskan, Rabu, 18 April 2018.

Lokasi pusat gempa yang berada di daratan menunjukkan bahwa gempa terjadi aktivitas pada patahan lokal. Diketahui, Indonesia berada di atas pertemuan lempeng benua, yakni Indo-Australia dari sebelah selatan, Eurasia dari utara, dan Pasifik dari timur.

Lantaran kecilnya kekuatan gempa, dampaknya pun hanya dirasakan dalam kawasan yang tak terlalu luas. Hanya sebagian wilayah Banjarnegara yang merasakan gempa ini, terutama di sisi utara.

“Di luar Kecamatan Kalibening ada yang merasakan guncangan, tetapi dampaknya belum dilaporkan, sepertinya tidak berdampak,” jelasnya. (ysp)