Beranda Female RE:Mata Eksplorasi Dua Konsep Kontras

RE:Mata Eksplorasi Dua Konsep Kontras

CERAH: Model Clarita memakai sweater
kuning cerah yang berpadu dengan
bawahan putih. Di telinganya tersemat
anting Mega Mendung.
ALA BESKAP: Model Eun-Sang
mengenakan busana yang terinspirasi
beskap yang dihiasi bordir.

NILAI-nilai tradisional tetap bisa berbaur dengan modernitas dan menghasilkan perpaduan yang memikat. Itulah yang menginspirasi desainer Patrick Owen dalam mengeksplorasi dua konsep yang kontras. RE:Mata sendiri bermakna melihat sesuatu dengan cara yang berbeda. Koleksi bertajuk RE:Mata itu ditampilkan dalam Amazon Fashion Week Tokyo, Jepang, Jumat (23/3).

Patrick dikenal sebagai desainer muda dengan karya busana yang edgy, eksperimental, dan punya ”kedalaman”. Rancangannya kali ini dipengaruhi hal-hal sederhana dalam keseharian. Di antaranya, memori masa kecil bermain Lego, kekaguman terhadap seni budaya Jawa, dan keterikatannya pada teknologi.

Patrick menerjemahkannya dalam 28 looks yang dituangkan pada material denim, knit, printed linen, hingga kain yang dikembangkan sendiri. ’’Siluetnya sangat urban, loose, dan relaxed. Menampilkan semangat kebebasan dan bagaimana seharusnya perempuan modern berbusana,” paparnya saat dijumpai di Pacific Place, Jakarta, sebelum berangkat ke Tokyo.

Contohnya, aksen warna-warna Lego yang cerah untuk memberikan tekstur pada busana. Bukan hanya itu, Patrick menggandeng seniman Darbotz yang menginterpretasikan ulang motif batik dalam digital printing.

Dalam show perdananya untuk Amazon Fashion Week Tokyo tersebut, Patrick berkolaborasi dengan pusat emas model baru UBS dan LT Pro Professional Make-up. Persiapan dilakukan sekitar tiga bulan sejak Desember 2017.

Menurut Erwin Suganda, creative director UBS Gold, untuk show di Amazon Fashion Week Tokyo, yang ditampilkan kebanyakan anting berukuran besar (chunky). Jadi, tampilan makin stand-out, namun tetap menonjolkan motif maupun highlight busana.(nor/c18/nda)