Beranda Bogor Raya Barat Utara Kampung Tengah, Pesona yang Terabaikan

Kampung Tengah, Pesona yang Terabaikan

Fikri Habibullah/Radar Bogor.
INDAH: Panorama alam di Kampung Tengah, Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, yang sedap dipandang karena berlatar belakang bukit dan sawah.

LEUWILIANG-RADAR BOGOR,Seperti namanya, Kam­pung Tengah memang berada di pusat Desa Puraseda. Ada sebelas bukit yang menge­lilinginya, yakni Bukit Peuteuy, Bukit Cekdom, Bukit Pasir Ipis, Bukit Tanjungsari, Bukit Cian­teun, Bukit Pabangbon, Bukit Bitung, Bukit Muara III, Bukit Cigong, Bukit Kemang, dan Bukit Pasir Lame.

Di sekeliling desa juga dilalui arus Sungai Cipuraseda, yang termasuk bagian anak Sungai Cisadane. Uniknya, aliran Su­ngai Cipuraseda selalu berubah-ubah.

Masyarakat yang ingin keluar-masuk dari kampung tersebut harus melewati ben­tangan kali yang masih me­nun­jukkan keperawanannya. Airnya masih jernih.

universitas-nusa-bangsa

Belum lama ini, Kampung Tengah menjadi sorotan publik lantaran amukan Sungai Pu­raseda yang menghancurkan satu rumah, bangunan sekolah serta memutuskan akses jalan dan jembatan.

Menurut sejarah, Kampung Tengah didirikan oleh Mbah Kenok 200 tahun silam. Jejak sejarah tersebut terlihat dari makamnya yang berada tak jauh dari pemukiman warga. Belum diketahui asal mua­sal Mbah Kenok. Namun, war­ga sekitar mengakui jika ia meru­pakan sosok pertama yang men­diami Kampung Tengah.

Komariah (70), salah satu war­ga mengatakan, sangat men­­junjung tinggi Mbah Kenok sebagai nenek moyang war­ga Kampung Tengah. ”Mbah Kenok itu identik dengan Kampung Tengah. Kata kakek saya, dia membangun Mas­jid Alfurqon yang usianya sudah 200 tahun,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Mbah Kenok yang selama ini dikenal masyarakat Kam­pung Tengah, lanjut Komariah, memiliki ajaran-ajaran yang selalu dijadikan pegangan warga Kampung Tengah. Antara lain memakmurkan masjid, ajakan untuk tidak mening­galkan salat, rajin mengaji, dan peduli kepada sesama.

Banyaknya historis yang dimiliki Kampung Tengah, lanjutnya, membuat warga me­rasa bangga. ”Saya lahir, besar, dan cari makan di sini. Bahkan mati pun ingin di sini,” tegas Komariah.

Selain masjid, Mbah Kenok juga membangun Majelis Taklim Nurul Ikhlas. Melalui ke­duanya, syiar Islam bisa menyebar bukan hanya di Kampung Tengah. Tapi juga sean­tero Leuwiliang.

bozzfoods frozen foods

”Ma­sya­ra­kat dari RW lain juga pa­da ngaji di sini. Alhamdulillah setiap kegiatan taklim selalu ramai. Malahan kami juga sering rapat kampung di sini untuk membahas segala per­soalan,” katanya.

Sementara itu, Camat Leu­wiliang Chairuka Judhyanto mengatakan, secara bertahap pihaknya akan mengem­bang­kan potensi pesona alam yang ada di Desa Puraseda men­ja­di salah satu daerah tujuan wi­sa­ta. Langkah yang ia laku­­kan pertama kali adalah ber­­koor­dinasi dengan Badan Pe­nang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mem­ben­­tuk re­lawan siaga bencana berba­sis masyarakat (Sibat).(*/c)