Beranda Bogor Raya Setelah Ganjil Genap Lanjut Three in One

Setelah Ganjil Genap Lanjut Three in One

PELUANG INVESTASI: Tampak kondisi pembangunan infrastruktur berupa tol dan LRT di kawasan Cibubur yang masuk wilayah pemerintahan Kota Bekasi.

CIBUBUR–RADAR BOGOR,Selain sistem ganjil genap yang akan diterapkan di Gerbang Tol Cibubur, pemerintah juga berencana menerapkan sistem 3 in 1 (three in one) di kawasan langganan macet tersebut. Menurut Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, penerapan three in one diharapkan akan mengurangi kepadatan kendaraan yang melintasi jalur Cibubur.

”Jadi kami identifikasi jalur-jalurnya. Kalau dari Bogor dan Jakarta enggak ada three in one, yang ada hanya di titik macet. Kalau di arah Cikampek, itu Bekasi yang macet. Kalau dari arah Bogor, itu yang macet Cibubur. Dan Cibubur akan diusulkan tempat three in one,” ujar Budi di Jakarta.

Three in one adalah sebuah kebijakan yang membatasi mobil pribadi yang lewat di kawasan tertentu yang dikenal dengan kawasan pembatasan penumpang. Di mana, hanya mobil pribadi yang berpenumpang tiga orang atau lebih saka yang diperbolehkan lewat.

Budi menjelaskan, penerapan ini mengikuti sistem ganjil genap di Gerbang Tol Cibubur yang uji cobanya akan dilakukan pada 16 April. Sistem ini menjadi solusi yang efektif dalam mengurangi kemacetan dalam tol arah Jakarta.

”Kami berupaya mencari solusi dari titik tertentu, dan Bekasi sudah berhasil menyelesaikan permasalahan di mana pada jam-jam sibuk, kendaraan pribadi berkurang 30 persen kecepatan naik 20 persen,” tukasnya.

Sebelumnya, Budi memastikan aturan ganjil-genap pelat nomor mobil di Tol Jagorawi hanya diterapkan di Gerbang Tol Cibubur yang menuju Jakarta. Dia memastikan bahwa mobil yang masuk tol dari Kota Bogor atau Sentul tidak akan terdampak kebijakan ini.

Budi menilai volume lalu lintas yang besar hanya di Tol Jagorawi berada di ruas Jakarta hingga Cibubur.

”Begitu pula di ruas Jakarta-Tangerang di mana pemberlakuan ganjil genap nantinya hanya berlaku dari Gerbang Tol Kunciran menuju Jakarta,” kata Budi.

Ia menjelaskan, dari sisi persiapan, kajian penerapan kebijakan ganjil genap akan dilakukan hingga seminggu ke depan. Setelah kajiannya rampung, Kemenhub akan melakukan sosialisasi kepada publik untuk menerima masukan bagaimana idealnya penerapan aturan ini.

Dia juga menargetkan paling tidak awal pemberlakuan pelat nomor ganjil genap di Jagorawi dapat dilakukan mulai bulan depan. Sementara, aturan hukum berupa peraturan menteri perhubungan, ditargetkan bisa terbit dalam dua pekan ke depan.

Kemenhub juga tengah mempersiapkan hal teknis untuk mendukung penerapan aturan ini. Salah satunya dengan menyediakan armada bus umum untuk mengakomodasi pengendara mobil yang tidak bisa lagi menggunakan kendaraannya akibat kebijakan ini.(ind/oke)