Beranda Bogor Raya Ganjil Genap Hanya Berlaku di Tol Cibubur

Ganjil Genap Hanya Berlaku di Tol Cibubur

PADAT: Untuk mengatasi macet di Tol Jagorawi pemerintah berencana melakukan uji coba sistem ganjil-genap di Gerbang Tol Cibubur pada 16 April.

CIBUBUR–RADAR BOGOR,Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan aturan ganjil-genap pelat nomor mobil di Tol Jagorawi hanya diterapkan di Gerbang Tol Cibubur arah Jakarta. Dia memastikan bahwa mobil yang masuk tol dari Kota Bogor atau Sentul tidak akan terdampak kebijakan ini.

Sebab, Budi menilai volume lalu lintas yang besar di Tol Jagorawi berada di ruas Jakarta hingga Cibubur.

”Begitu pula di ruas Jakarta-Tangerang, di mana pemberlakuan ganjil genap nantinya hanya berlaku dari Gerbang Tol Kunciran menuju Jakarta,” kata Budi.

universitas-nusa-bangsa

Budi menjelaskan, dari sisi persiapan, kajian penerapan kebijakan ganjil genap akan dilakukan hingga seminggu ke depan. Setelah kajiannya rampung, Kemenhub akan melakukan sosialisasi kepada publik untuk menerima masukan bagaimana idealnya penerapan aturan ini.

Dia bahkan menargetkan paling tidak awal pemberlakukan pelat nomor ganjil-genap di Jagorawi dapat dilakukan bulan depan. Sementara, aturan hukum berupa peraturan menteri perhubungan, ditargetkan bisa terbit dalam dua pekan ke depan.

Kemenhub juga tengah mempersiapkan hal teknis untuk mendukung penerapan aturan ini. Salah satunya dengan menyediakan armada bus umum untuk mengakomodasi pengendara mobil yang tidak bisa lagi menggunakan kendaraannya akibat kebijakan ini. Rencananya mal dan pusat perbelanjaan di Cibubur akan menjadi salah satu titik keberangkatan bus tersebut.

Berbeda dengan penerapan kebijakan ini di Tol Bekasi. Budi menjelaskan pembatasan jam operasi truk tidak akan diberlakukan di Jagorawi. Alasannya, volume truk yang melintasi tol tersebut tidak sebesar Tol Bekasi. ”Kalau yang polanya sama (dengan Bekasi, red) itu Tol Tangerang,” ujarnya.

Dirinya juga mengklaim penerapan ganjil-genap di Tol Bekasi sukses menurunkan kemacetan sebesar 36 persen. Sedangkan kecepatan mobil naik, paling tidak sebesar 20 hingga 25 persen. Namun untuk Jagorawi sendiri dirinya mengaku belum membuat kajian berapa persen kemacetan yang akan dipangkas nantinya.(ame/ind)