Beranda Bogor Raya Manfaatkan Lahan Kosong untuk Pajale

Manfaatkan Lahan Kosong untuk Pajale

Andika/Radar Bogor
TANAM JAGUNG: Danrem 0621/Kabupaten Bogor Letkol Inf Fransisco dan Kadistanhut Kabupaten Bogor Siti Nuryanti menanam bibit jagung di Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, kemarin.

CIGOMBONG–RADAR BOGOR,Dinas Perta­nian dan Kehutanan (Distan­hut) Kabupaten Bogor mela­kukan penanaman bibit jagung bersama dengan kelom­pok tani Lengkong Jaya, Desa Wates­jaya, Kecamatan Cigom­bong, kemarin (1/3) pagi.

Kepala Distanhut Kabupaten Bogor, Siti Nuryanti mem­beber­kan, penanaman jagung ini adalah program pemerintah dalam ketahanan pangan, selain padi dan kedelai. Kabupaten Bogor menargetkan tahun ini bisa memiliki puluhan hektare kebun atau sawah dengan memanfaatkan lahan kosong.

“Program pajale (padi, jagung dan kedelai) merupakan prog­ram pemerintah untuk me­nunjang ketahanan pangan yang digalakkan. Khususnya di Kabupaten Bogor. Untuk menunjang itu semua kita telah me­manfaatkan lahan kosong untuk ditanami. Tahun lalu ka­mi telah memanfaatkan lahan kosong atau yang belum di­manfaatkan seluas 525 hektare, tahun ini target kita puluhan ribu hektare,” urai Siti seusai penanaman.

universitas pakuan unpak

Sementara di Kecamatan Cigombong sendiri, Pemkab Bogor bekerja sama dengan pi­hak swasta untuk menggu­na­kan lahan kosong sebagai wadah penanaman jagung. Para petani diberikan hak garap selama lahan ini belum diman­faat­kan oleh pihak swasta tersebut.

Tak hanya itu, petani juga diberikan bantuan berupa benih, pupuk, serta penyuluhan.

“Awal tahun ini kami mulai di Desa Watesjaya. Kita meman­faatkan lahan sementara 52 hektare, mudah-mudahan bisa meningkat menjadi 95 hektare. Hasilnya bisa untuk petani agar mereka hidup sejahtera,” paparnya lagi.

Di tempat yang sama, Dandim 0621/Kabupaten Bogor, Letkol Inf Fransisco, berharap dengan memanfaatkan lahan kosong milik perusahaan untuk ditana­mi pajale ini akan dapat me­nye­jahterakan para petani. Meski begitu, ia meminta ketika perusahaan mengambil lahan maka para petani tidak meng­gugatnya, karena ini bantuan dari pemerintah yang bekerja sama dengan perusahaan.

“Lahan yang nganggur ini kita man­faatkan untuk petani, untuk ditanami. Namun dengan cata­tan, petani tidak meminta ganti rugi apabila lahan ini diambil lagi oleh perusahan karena ini sifatnya bantuan dari pemerintah kepada petani. Dengan harapan dapat mening­katkan kesejah­teraan,” tambahnya.(dka/c)