Beranda Bogor Raya Galakkan Kembali Siskamling

Galakkan Kembali Siskamling

KOMPAK: Warga Desa Leuwinutug bercengkerama, menikmati kopi dan makanan sambil menjaga lingkungan di pos ronda wilayahnya.

CITEUREUP–RADAR BOGOR,Program sistem kea­manan lingkungan (sis­kamling) rupanya bukan hanya menjaga keamanan lingkungan yang kondusif. Ada manfaat lain di dalamnya. Salah satunya, membantu masyarakat dalam keadaan tertentu.

Semisal, warga sakit membutuhkan perawatan dokter di klinik atau rumah sakit, bencana alam, atau kebakaran. Termasuk di Desa Leuwinutug Kecamatan Citeureup.

“Masyarakat yang sedang melakukan ronda siap membantu apabila warga ada yang sakit saat tengah malam, ingin mela­hirkan dan butuh pertolo­ngan ke rumah sakit atau jika ada bencana, baik alam maupun kebakaran,” ujar Kepala Desa Leuwinutug Denni Lesmana kepada Radar Bogor, kemarin (1/3).

universitas pakuan unpak

Selain itu, tambahnya, mobil siaga desa beserta sopirnya pun disiagakan selama 24 jam. Sehingga masyarakat yang membutuhkan kendaraan di saat-saat genting bisa langsung menghubungi pemerintah desa. “Untuk masyarakat kita sangat siap,” tuturnya.

Saat ini, Desa Leuwinutug menggalakkan kembali program siskamling. Menurut Denni, dampak positif program tersebut juga menjadi ajang silaturahmi masyarakat. Sebab, dalam pos dan berkeliling masyarakat saling mengenal dan tumbuh sinergitas untuk menjaga lingkungannya.

“Seluruh RT di sini melak­sanakan program ini. Alham­dulillah, lingkungan menjadi kondusif dan tidak ada hal-hal yang meresahkan masyarakat,” ungkapnya.

Dirinya berharap, masyarakat dapat mempertahankan bahkan meningkatkan program siskamling. Sebab, aman atau tidaknya lingkungan juga atas partisipasi masyarakat itu sendiri. Ia pun mendukung program-program di masyarakat selagi bernilai positif.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias, bahkan ketika diminta satu RT memiliki satu pos ronda, ada juga yang memiliki dua bahkan tiga pos ronda, itu sangat baik sekali,” imbuhnya.

Sementara itu, Babinsa Desa Leuwinutug Serka Kasiyanto mengapresiasi antusiasme masyarakat. Sebab, dalam satu regu yang terdiri atas 10 hingga 15 orang, semuanya aktif dan mengikuti jadwal yang telah ditentukan setiap malam.

“Kalau ada satu RT yang memiliki pos lebih dari satu, biasanya regunya dibagi dua. Jadi, tergantung tingkat kera­­wanan dan jumlah KK yang ada di lingkungannya. Semoga lingkungan bisa lebih kondusif,” pungkasnya.(rp2/c)