Beranda Bogor Raya Cibinong Hingga 2017, 12 Penciri Kabupaten Termaju Lampaui Target

Hingga 2017, 12 Penciri Kabupaten Termaju Lampaui Target

PENGHARGAAN: Bupati Bogor Nurhayanti menyerahkan penghargaan kepada kepala desa terbaik saat musrenbang di Gedung Tegar Beriman, kemarin (28/2).

CIBINONG–RADAR BOGOR, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menutup Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Kabupaten Bogor di Gedung Tegar Beriman, kemarin (28/2). Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan, 2019 merupakan tahun awal periode perencanaan pembangunan jangka menengah 2019-2023.

Untuk itu, hasil pem bangun tahun 2018 merupakan pijakan untuk menindaklanjuti hal-hal yang masih perlu ditingkatkan, dipertahankan, maupun yang harus diperbaiki.

”Berdasarkan hasil perhitungan sementara, pencapaian target penciri termaju tahun 2017 adalah 12 penciri melampaui target, 9 penciri sesuai target, 4 penciri belum mencapai target dan semoga dapat diselesaikan pada tahun 2018,” ujarnya.

universitas pakuan unpak

Nurhayanti memaparkan 12 penciri yang melampaui target antara lain, pelayanan perizinan berstandar ISO, PDRB, kunjungan wisatawan, produksi benih ikan hias dan benih ikan konsumsi air tawar, tercapainya swasembada benih padi unggul bersertifikat, pelayanan penyediaan listrik pedesaan tertinggi di Indonesia.

”Bebas rumah tidak layak huni, dari target 74.876 unit, terealisasi sebanyak 75.504 unit atau terlampaui sebesar 0,84 persen. Tercapainya rata-rata lama sekolah 7,82 tahun dari target sebesar 7,80 tahun, terealisasi dengan capaian 7,85 tahun atau terlampaui sebesar 0,05 poin,” ungkapnya.

Lebih lanjut Nurhayanti menjelas kan, di sisi lain masih ada empat penciri yang belum tercapai. Antara lain, terbangunnya poros barat-utara-tengah-timur dan
infra struktur.

”Dari target 12,8 km poros tengahtimur, baru terealisasi sepanjang 0,5 km. Untuk poros utara, dari target 6 km, belum terealisasi, dan poros barat, tidak ada target,” ungkapnya.

Pun kata dia, tidak ada daerah terisolir, dari target penuntasan 13 kampung, hanya terealisasi 10 kampung atau baru mencapai. Angka harapan hidup baru mencapai
99,6 persen.

”Jaminan kesehatan, masih membutuhkan 0,4 persen untuk mencapai target. Saya berharap agar di akhir tahun 2018 ini, seluruh penciri termaju yang belum mencapai target terealisasi meskipun hal tersebut tidak mudah,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Bappeda litbang Syarifah Sofiah mengatakan, khu sus untuk pengembangan wilayah yang berbasis geopark, Pemkab Bogor menargetkan Geopark Pongkor menjadi geopark nasio nal menuju Unesco Global Geopark (UGG).

”Dalam upaya mengimple mentasikan program nawacita di Kabupaten Bogor, salah satu konsep potensial yang diusung adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan geopark,” tuturnya.

Secara umum, kata Ipah, biasa dirinya disapa geopark merupakan cara pengembangan kawasan dengan melibatkan peran multi stakeholders sehingga memberikan dampak kemajuan wilayah melalui kegiatan-kegiatan konservasi, edukasi dan kepariwisataan yang berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

”Berdasarkan hasil deliniasi kawasan Geopark Pongkor, Kabupaten Bogor dengan wilayah seluas ±298.838,304 ha, merencanakan lokasi geopark di 15 kecamatan dengan total kawasan seluas ±132.545,83 ha, meliputi 172 desa,” pungkasnya.

Artinya, kawasan peruntukan geopark meliputi 44,35 persen dari total luas wilayah Kabupaten Bogor, atau hampir mencapai setengah dari luas wilayah Kabupaten Bogor.

”Dari aspek geodiversity potensi yang akan dikembangkan seperti curug, air panas, puncak tebing, goa, gunung dan bukit, situ, sungai, karst, bukit pasir dan bentang alam,” cetusnya.

Sedangkan dari aspek biodiversity potensi yang akan dikembangkan seperti persawahan, peternakan sapi, cagar alam, perkebunan teh, waduk, agropolitan dan dari aspek culture diversity potensinya seperti prasasti, situs, makam keramat pura dan budaya yang sampai saat ini masih terjaga.(***/wil/c)