Beranda Bogor Raya Pelajar Rentan Terkena Narkoba

Pelajar Rentan Terkena Narkoba

Andika/Radar Bogor
CEGAH NARKOBA: Sosialisasi bahaya narkoba di SMA PGRI Ciawi diikuti perwakilan kelas, Senin (26/2) lalu.

CIAWI–RADAR BOGOR,Pencegahan terhadap penggunaan dan peredaran narkoba terus disosialisasikan, terutama di kalangan pelajar. Narkoba menjadi salah satu hal penting yang harus disetop sejak dini. Terlebih, mereka merupakan sasaran empuk para pebisnis barang haram tersebut.

Narasumber Forum Komunikasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor, Rizki Aulia Firmansyah menjelaskan, usia pelajar merupakan masa-masa yang berpotensi dalam penggunaan narkoba.

Untuk itu, para pelajar wajib diberikan pengetahuan tentang penyalahgunaan narkotika, dasar narkotika, peredaran, dan pecandu narkotika. Terutama, gambaran mengenai bagaimana kondisi pemakainya yang begitu miris.

universitas nusa bangsa unb

”Kami kasih lihat kenyataan ketika memakai narkoba hasilnya seperti apa, realitanya seperti apa. Bukan menakut-nakuti, namun sebagai gambaran. Mereka akan merekam dalam memorinya bahwa narkoba itu berbahaya,” kata Rizki kepada Radar Bogor, kemarin (27/2).

Sambung dia, menurut pengamatan BNNK, peredaran narkoba di kalangan pelajar sudah mulai meluas. Apalagi, di zaman yang serbaburuk dalam pergaulan ini, peredaran tersebut akan terasa lebih mudah.

”Pasar mereka jadi lebih banyak. Makanya harus dimulai dari hal-hal sosialisasi seperti ini, baru kami ambil tindakan,” sebutnya.

Di tempat yang sama, Pelaksana Bidang Pelayanan Pemuda pada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Rudi Andriyanto mengatakan, pihaknya terus mematangkan program P4GN. Hal ini dilakukan sebagai proses penyadaran terhadap bahaya narkoba.

”Tidak hanya SMA atau SMK, namun pelajar secara umum. Sekarang kan sudah bisa dilihat lewat sosmed atau yang lainnya, namun kita tetap lakukan sosialisasi. Dispora lakukan refresh bahwa peran pemerintah peduli dengan pemuda sebagai generasi penerus,” tambahnya.

Sementara, Kepala SMA PGRI Ciawi Ahmad Junaedi menambahkan, guru dan kepala sekolah adalah elemen terdekat yang intens berinteraksi dengan anak muridnya.(dka/c)