Beranda Bogor Raya Pemdes Lakukan Tanggap Bencana

Pemdes Lakukan Tanggap Bencana

PORAK PORANDA: Salah satu rumah warga atapnya rusak ditiup angin puting beliung (dok.Radar Bogor)

CIAWI–RADAR BOGOR,Lima belas anggota Koramil 2122 Ciawi dibantu Unit Satpol PP Kecamatan Ciawi dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, langsung melakukan pembersihan dan pembenahan pasca-puting beliung pada Minggu (25/2) lalu.

Berdasarkan data terbaru, 57 unit rumah di lima desa di Kecamatan Ciawi rusak parah. Meski tak ada korban jiwa, kerugian material ditaksir hingga ratusan juta rupiah.

Lima desa terdampak yaitu: Desa Bendungan, Cibedug, Citapen, Teluk Pinang, dan Desa Cileungsi. Sementara, terparah dari bencana ini melanda Desa Citapen dan Cileungsi.

universitas pakuan unpak

Komandan Rayon Militer (Danramil) 2122 Ciawi Mayor Muksit mengatakan, akibat bencana puting beliung tersebut, kerusakan rumah mayoritas parah dan sedang. ”Dari 57 unit rumah warga ini, ada yang tertimpa pohon, ada juga yang langsung terkena angin puting beliung,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin (26/2).

Namun begitu, sambung dia, semua rumah yang terkena dampak puting beliung masih bisa dihuni, hanya ada satu keluarga yang dievakuasi karena rumahnya rusak parah.
Angin puting beliung juga melululantakkan tempat budi daya jamur. ”Kami sedang inventarisir semuanya, karena jaraknya jauh-jauh,” sahutnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cileungsi Baban Sobandi mengaku, ada satu warganya yang menjadi korban akibat puting beliung. ”Korban mengalami patah tulang, dan sekarang sudah berada di tempat pengobatan patah tulang,” ujar Baban.

Soal kerugian, Baban mengaku belum bisa memberikan keterangan lengkap. ”Pemdes dan BPBD masih mendata jumlah kerugian,” ucapnya.

Di lokasi yang sama, Camat Ciawi Bambang Setiawan mengatakan jika pemerintah desa sudah melaku­kan tanggap bencana. Artinya, pena­nganan sudah dilakukan sejak awal.

Ia menambahkan, di wilayah Ciawi sendiri ada beberapa desa yang kerap terjadi bencana puting beliung seperti Desa Cibedug, Teluk Pinang, dan Cileungsi. ”Kami terus pantau pe­nanganan­nya. Baik dari desa maupun BPBD,” tukasnya.(dka/c)