Beranda Bogor Raya Partisipasi Lomba Sekolah Sehat Turun

Partisipasi Lomba Sekolah Sehat Turun

Foto: Galuh/Radar Bogor
PENILAIAN: Tim juri lomba sekolah sehat saat menilai SDN 03 Nambo, Jumat (23/2).

KLAPANUNGGAL–RADAR BOGOR,Partisipasi sekolah di Kabupaten Bogor, baik SD, SMP maupun SMA/K, masih kurang dalam kegiatan Lomba Sekolah Sehat tingkat Kabupaten Bogor.

Padahal, kegiatan tersebut men­jadi agenda rutin tahunan Kabu­paten Bogor dalam menjaring sekolah sehat untuk dilombakan ke tingkat provinsi bahkan nasional.

Ketua 1 Tim Penilai Lomba Sekolah Se­hat tingkat Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan, mengatakan, pada 2017 peserta yang terdaftar sebanyak 81 sekolah dari semua tingkatan. Na­mun, saat ini hanya ada 63 sekolah. Ia mengaku tidak mengetahui pe­nyebab penurunan tersebut dan tak ingin berspekulasi.

universitas nusa bangsa unb

“Padahal, dengan terselenggaranya kegiatan lomba tersebut, diharapkan seluruh sekolah di Kabupaten Bogor menjadi sekolah sehat, bukan hanya sekadar lomba seremonial,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Selain itu, lanjutnya, dengan penyelenggaraan tersebut juga seharusnya menjadi rangsangan kepada sekolah-sekolah agar meningkatkan kesehatan lingkungan sekolahnya. Sebab, total hadiah yang dimenangkan mencapai Rp30 juta dan akan diumumkan Juli.

“Hadiah akan diberikan oleh bupati Bogor, untuk pemenangnya diambil enam sekolah. Yakni juara satu, dua dan tiga, serta juara harapan satu, dua dan tiga,” tuturnya.

Sementara itu, Sekcam Klapanunggal Deni Humaedi mengungkapkan, Klapanunggal hanya menurunkan satu sekolah di kategori SD yakni SDN 03 Nambo. Sekolah tersebut pada 2016 menjadi juara kedua untuk sekolah sehat tingkat kecamatan. Namun, pada 2017 tidak ikut serta dalam ajang perlombaan tersebut.

“Untuk tahun ini kita fokus di tingkat TK dan SD, tahun depan sudah ada ancang-ancang untuk ikut serta lagi,” ungkapnya.

Namun, Deni mengaku, keikutsertaan yang sedikit ada pada kesiapan sekolah juga terkait dengan kriteria. Sebab, kriteria tersebut terkait sarana dan prasarana.
“Sarana dan prasarana membutuhkan dana, sedangkan dana BOS tidak bisa digunakan untuk kegiatan seperti ini,” pungkasnya.(rp2/c)