Beranda Olahraga Kickers AS Roma vs AC Milan, Adu Siasat

AS Roma vs AC Milan, Adu Siasat

ROMA–AS Roma dan AC Milan sama-sama menang dalam tiga laga terakhir Serie A. Dua tim yang sedang dalam tren positif itu bakal bentrok di Stadion Olimpico, Roma, dini hari nanti.

’’Kami berada di posisi tiga klasemen yang berarti masuk zona Liga Champions. Pertandingan ini sangat penting bagi kami untuk segala aspek,’’ papar allenatore Roma Eusebio Di Francesco dalam konferensi pers tadi malam.

’’Gattuso (pelatih Milan Gennaro Gattuso, red) sudah melakukan pekerjaan luar biasa karena bisa menyatukan dan memperbaiki Milan. Mereka sangat kuat dan teroganisir dengan baik,’’ tutur eks pelatih Sassuolo itu.

universitas nusa bangsa unb

Di Francesco sangat mungkin melakukan rotasi. Edin Dzeko diistirahatkan dan diganti Patrik Schick. Tidak ada cedera maupun akumulasi. Hanya siasat untuk menghadapi jadwal padat.

’’Saya sudah mencoba menduetkan Dzeko dan Schick, namun tidak berjalan sesuai ekspektasi. Butuh waktu. Yang terpenting, keduanya adalah striker tim ini dan mereka tidak ada kendala untuk laga besok (melawan Milan, red),’’ kata Di Francesco.

Seperti Roma, Milan pun dihadang jadwal superberat. Laga kontra Roma menjadi awal dari rangkaian empat laga neraka Rossoneri, julukan Milan. Leonardo Bonucci dkk sudah ditunggu Lazio pada leg kedua semifinal Coppa Italia (1/3) yang juga digeber di Olimpico. Kemudian, Derby della Madonnina kontra Inter Milan (5/3) dan first leg 16 besar Liga Europa kontra Arsenal (9/3).

Milan di bawah polesan Gattuso tidak terkalahkan dalam 11 pertandingan terakhir. Clean sheet pada 4 laga terakhir. Gattuso memboyong semua pasukannya dan memilih bertahan di Roma hingga laga kontra Lazio.

’’Saya sangat gembira dengan perkembangan tim ini. Terutama spirit pemain yang selama ini tidak banyak bermain, namun begitu dipercaya mereka sangat impresif,’’ kata Gattuso.

’’Kami harus memikirkan satu per satu pertandingan yang ada dan semua tahu bahwa mela­wan Roma sangat sulit. Mem­ang mereka kalah dari Shak­htar (Roma kalah 0-1 melawan Shakhtar Donetsk pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Red). Tetapi, lihatlah, Roma mendominasi permainan,’’ sambung penggawa Milan pada 1999-2012 itu.

Salah satu sorotan pada laga ini adalah kiprah cemerlang dari dua bomber belia kedua tim. Cengiz Under di Roma dan Patrick Cutrone di Milan.

Under selalu mencetak gol dalam empat laga terakhir. Total, pemain berdarah Turki itu melesakkan 5 gol dan 3 assist. Cutrone tak kalah gemilang. Dia berstatus striker tersubur Rossoneri dengan total 13 gol di semua ajang. (io/ca)