Beranda Bogor Raya JORR 2 tanpa Aktivitas Berat

JORR 2 tanpa Aktivitas Berat

MELDRIK/RADAR CIBUBUR
PENGERJAAN MASIH SAMA: Tampak kondisi pembangunan jalan layang tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 yang melintasi kawasan Cibubur yang diambil pada pekan lalu.

CIBUBUR–RADAR BOGOR, Surat moratorium penghentian sementara proyek infrastruktur dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, praktis membuat semua proyek infrastruktur yang berisiko tinggi dihentikan.

Begitu pun proyek pembangunan jalan tol layang Jakarta-Cikampek dan tol Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR), yang melintasi kawasan Cibubur.

Hasil pantauan Radar Cibubur, pengerjaan proyek tol JORR 2 masih seperti pekan sebelumnya. Fokus saat ini, para pekerja menuntaskan pengerjaan pada bagian bawah terlebih dulu.

universitas nusa bangsa unb

’’Jadi, kemarin (instruksi) disampaikan Pak Menteri secara umum, kemudian hari ini (kemarin) mengeluarkan surat yang menjadi dasar administrasi penghentian sementara,” ujar Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin, Rabu (21/2).

Syarif menegaskan, proyek yang masuk dalam instruksi moratorium tersebut satu di antaranya merupakan pengerjaan konstruksi jalan melayang (elevated). Durasi evaluasi disesuaikan dengan tingkat kerumitan dan risiko pengerjaan konstruksi.

Berbeda dengan tol JORR 2, masih ada sejumlah pekerja yang berada di lokasi pengerjaan proyek Jakarta-Cikampek Elevated. Hanya, memang tidak ada aktivitas berat seperti hari-hari sebelumnya.

Humas Jasa Marga Jakarta-Cikampek, Irwansyah, membenarkan adanya para pekerja proyek di jalan tol tersebut. Tapi, kehadiran mereka dianggap hanya melakukan pembersihan.

’’Hari ini (kemarin) pekerjaan yang dilakukan Jasa Marga dihentikan sesuai arahan dari menteri. Kalau memang ada yang bekerja, mungkin untuk bersih-bersih di lokasi,” kata Irwansyah, kemarin.

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat bersama dengan mitra proyek Jasa Marga untuk memberhentikan sementara proyek tersebut.

’’Selama diberhentikan, pihak Jasa Marga dan mitra yang ada di dalam proyek di Jasa Marga segera mengaudit SOP-nya,” ujarnya.

Irwansyah belum dapat memastikan sampai kapan penghentian sementara proyek tersebut akan dilakukan. Kata dia, hal itu menunggu penentuan dari menteri PUPR.
“Waktunya belum bisa ditentukan, dirut meminta semua mitra yang bekerja di proyek Jasa Marga mengevaluasi lagi dan meningkatkan SOP demi keselamatan dan kesehatan kerja,” tutupnya.

Terpisah, Corporate Secretary PT Jasa Marga (Persero) Tbk, M. Agus Setiawan mengungkapkan, moratorium tersebut dimaksudkan sebagai langkah antisipasi kecelakaan kerja dalam pembangunan proyek.

“Selain itu, pembangunan proyek pada bagian non-elevated/at grade tetap dilaksanakan dengan memperhatikan dan menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3), serta standar dan prosedur yang berlaku,” katanya.(neo/poj)