Beranda Bogor Raya Durian Tanjungsari Makin Diperhitungkan

Durian Tanjungsari Makin Diperhitungkan

PANEN: Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor Siti Nurianty saat memberikan sambutan di acara panen durian didampingi Muspika Tanjungsari dan UPT Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan wilayah Cariu-Tanjungsari.

TANJUNGSARI–RADAR BOGOR, Ada yang ber­beda pada pesta panen durian di Desa Antajaya kali ini. Kemarin, pesta panen du­rian dibarengi acara Pen­canangan Agrowisata Durian di Desa Antajaya Kecamatan Tanjungsari.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor, perwakilan dari Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, dan jajaran Muspika Tanjungsari.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor Siti Nurianty mengatakan, potensi durian di Desa Antajaya perlu diper­hitungkan.

universitas nusa bangsa unb

Mengingat, ruang lingkup bidang pertanian yang ditangani oleh dinasnya meliputi tanaman pangan, sayuran, tanaman holtikultura, dan perkebunan.

“Jenis tanaman pangan yang ada di Kabupaten Bogor tidak hanya padi. Jagung, tanaman hias hingga durian juga menjadi fokus kami untuk terus menggali potensinya. Seperti di sini, durian menjadi unggulan desa,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin (22/2).

Guna meningkatkan potensi tersebut, lanjutnya, pemerintah hadir dalam proses pembinaan kelompok tani hingga pem­bangunan infrastruktur penunjang. Sehingga, pencanangan agro­wisata durian berujung pada kesejahteraan masyarakat.

“Kami akan terus maksimal melakukan pendampingan serta melengkapi apa yang dibutuhkan oleh petani,” ucapnya.

Terpisah, UPT Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Wilayah Cariu-Tanjungsari Tatang Mulyadi menerangkan, para petani durian memanfaatkan potensi luas areal 300 ha dengan populasi 3.000 pohon dengan total produksi 1.500 ton buah durian per kali panen. “Total pohon itu dimiliki oleh 150 orang petani,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, tanaman durian tersebut ditanam di tanah milik petani 40 persen dan tanah milik Perhutani 60 persen. Usai acara ini, pihaknya telah mengonsep rencana tindak lanjut dengan dibentuknya Komunitas Durian Antajaya yang dipadukan dengan kelom­pok tani yang memiliki tanaman durian. “Dengan perpaduan komunitas dengan kelompok tani, kami berharap bisa inheren menggenjot pro­­duktivitas tanam yang berujung pada pemasaran,” tuturnya.

Selain potensi durian, Desa Antajaya juga memiliki ber­bagai potensi wisata, antara lain, Curug Lalay, Curug Pe­ngantin, dan bumi perkemahan (Bu­per).(azi/c)