Beranda Berita Utama Naik Becak, Sugeng Disambut Warga

Naik Becak, Sugeng Disambut Warga

Wulan/Radar Bogor
MERAKYAT: Calon wakil wali kota Bogor Sugeng Teguh Santoso (STS) mengayuh becak di Perumahan Menteng Asri, Bogor Barat, Senin (20/2).

BOGOR–RADAR BOGOR,Kegiatan kampanye yang dilakukan calon wakil wali kota Bogor Sugeng Teguh Santoso (STS) di Perumahan Menteng Asri, Bogor Barat, kemarin (20/2) bisa dibilang cukup unik.

Pasalnya, calon yang berpasangan dengan Dadang Danubrata sebagai calon wali kota itu menggunakan becak ketika menyapa warga.

Pada kesempatan tersebut, dia juga menampung aspirasi dari para penarik becak. “Jadi, ada problem antara ojek online dengan penarik becak (Perumahan Menteng Asri, red), sudah ada kesepakatan agar ojek online tak mengambil penumpang ke dalam tetapi ada beberapa yang masih mengambil,” ujarnya kepada Radar Bogor.

universitas nusa bangsa unb

Untuk menyelesaikan masalah itu, kata dia, diperlukan peran pemerintah melalu mediasi yang tidak merugikan kedua belah pihak. “Jika tidak dimediasi akan terjadi benturan, ini harus dipikirkan bersama-sama,” ucapnya.

Kepada wartawan, dia mengaku, ada pengalaman luar biasa kenapa dia memilih menggunakan becak ketika menyapa warga. Sebab, ayahnya pernah menjadi penarik becak di Jakarta pada 1976. Walaupun masih belia, Sugeng ingat betul perjuangan ayahnya ketika mencari sesuap nasi dengan menjadi penarik becak.

“Saya mengenang semua itu. Artinya saya memahami penderitaan masyarakat di bawah,” ungkapnya.

Selain menyerap aspirasi dari penarik becak, Sugeng juga blusukan ke rumah-rumah warga. Terlihat warga begitu antusias menyambut calon nomor 4 tersebut. “Saya dengan pak Dadang berbagi tugas. Sehingga semua wilayah di Kota Bogor bisa dikunjungi,” bebernya.

Dari hasil blusukan-nya di Bogor Barat, dia mencatat sejumlah masalah krusial yang perlu dilakukan oleh dirinya jika terpilih nanti. Misalnya, masalah infrastruktur lingkungan, penurunan daya beli masyarakat dan jaminan kesehatan.

“Ada penurunan pendapatan warga, sehingga BPJS tak bisa terbayar. Ini harus diatasi dan diperhatikan,” tegasnya.(ded/c)