Beranda Metropolis KA Pangrango Masih Sepi Penumpang

KA Pangrango Masih Sepi Penumpang

KEMBALI BEROPERASI: KA Pangrango relasi Bogor–Sukabumi saat tiba di Stasiun Paledang, Bogor, kemarin (21/2). KA tersebut sudah mulai melayani penumpang sejak Selasa (20/2).

BOGOR–RADAR BOGOR,Meski sudah beroperasi selama dua hari, Kereta Api (KA) Argo Pangrango relasi Bogor-Sukabumi masih sepi penumpang.

Pantauan Radar Bogor, kemarin (21/2), dari 408 kursi ekonomi dan 50 kursi eksekutif hanya terisi sekitar 50 persen.

“Hari kedua ini (kemarin), jam perjalanan tiga kali sehari. Meski sudah banyak diinformasikan tetapi masih ada (berkurang), memang baru,” ujar Kepala Stasiun Bogor Cahyono kepada Radar Bogor.

universitas pakuan unpak

Cahyono menjelaskan, jadwal keberangkatan tidak berubah yakni tiga kali sehari mulai pukul 7.50; 13.10; dan pukul 18.30. Pada pemberangkatan pertama KA 390, pembeli tiket di tempat ada 39 orang dan 103 pemesan online dengan total 142 penumpang.

Lalu keberangkatan kedua pukul 13.10, sekitar 84 penumpang beli di tempat dan 73 orang beli tiket online, dengan total 157 penumpang. Pemberangkatan terakhir ada 13 orang pembeli tiket di loket ada 84 pemesan tiket online.

“Dua hari ini lebih banyak ke arah Sukabumi,” katanya.

Menurut dia, tahap penyelesaian terus dilakukan. Kendalanya saat ini, rangkaian kereta harus melintas dengan kecepatan 5 kilometer per jam. Jika sudah rampung diselesaikan total, KA akan kembali menggunakan kecepatan normal.

Dengan demikian, PT KAI Daop I berharap KA Pangrango dapat kembali beroperasi dengan normal. “Semoga tidak terjadi longsoran. Oleh karena itu, kami sisir titik-titik rawan, sehingga kebutuhan penumpang terakomodir dengan baik dan lancar,” pungkasnya.

Saat ditemui di lokasi, Lutfi (28) warga Salabintana, Sukabumi, membeli tiket secara manual. Menurutnya, selain bebas macet panjang di Pasar Curug, dengan menumpang kereta akan menghemat waktu. “Kalau naik kereta gak khawatir macet yang waktunya tidak bisa ditebak,” kata penekun UMKM ini.

Selain Lutfi, warga lainnya, Yuni (34), mengaku masih waswas jika kereta melintas di lokasi bekas longsor. “Mudah-mudahan cepat diperbaiki aja, pakai yang kuat. Saya hampir sering bolak-balik belanja ke Tanah Abang,” tuturnya.

KA Pangrango relasi Bogor–Sukabumi sudah mulai beroperasi sejak Selasa (20/2/ 2018). Executive Vice President KAI Daop I Jakarta Dadan Rudiansyah mengatakan, perbaikan jalur KA yang longsor dilakukan sejak hari pertama kejadian oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

“Setelah diperiksa dan diuji kelayakan, jalur Bogor–Sukabumi dinyatakan aman dan sudah bisa dilalui,” ujar Dadan.

Untuk sekali perjalanan, harga tiket KA Pangrango untuk kelas ekonomi Rp20 ribu dan Rp50 ribu untuk kelas eksekutif. KA ini memiliki 50 kursi eksekutif dalam satu gerbong dan 408 kursi penumpang di empat gerbong ekonomi.

Sebelumnya diberitakan, longsor menerjang perlintasan rel PT KAI di Kampung Maseng, Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Akibatnya, jalur tersebut lumpuh hingga baru bisa kembali beroperasi pada Selasa (20/2).(don/c)