Beranda Pendidikan Mahasiswa UIKA Juara di Thailand

Mahasiswa UIKA Juara di Thailand

DARMA WISATA: Para siswa dan guru SMA Kornita saat berdarma wisata ke Candi Borobudur. Kegiatan ini termasuk rutin dilakukan tiap tahun.

BOGOR-RADAR BOGOR,Universitas Ibn Khaldun Bogor kembali berbangga. Sebab, salah satu mahasiswanya, Ananda Mauludi Ikhsan, sukses meraih prestasi di ajang internasional United Arab Emirates Jiu Jitsu Federation (UAEJJF) National Pro di Rangsit University, Thailand. Dia menyabet medali emas untuk Indonesia.

Ananda merupakan mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) semester 5 UIKA Bogor. Dia bahkan sudah banyak menyabet gelar bergengsi di kejuaraan jujitsu. Pada kategori sabuk putih kelas-57 kg di ajang kejua­raan internasional SIAM Open Interna­sional BJJ 2017, Ananda juga mampu mengalungi medali perunggu.

Nah, di event UAEJJF National Pro ini, Ananda bertanding di kelas 62 kg Blue Belt kelas newaza. Untuk diketahui, newaza merupakan kategori pertandingan untuk teknik membanting dan mengunci. Nomor ini juga menjadi salah satu andalan Indonesia pada cabang olahraga jujitsu di pesta Asian Games mendatang.

universitas nusa bangsa unb

Ananda mengaku, tak mudah meraih medali dalam kejuaraan UAEJJF National Pro. Sebab, ajang ini diikuti atlet-atlet jujitsu terbaik dari Jepang, Brazil, Philipina, Singapura, Thailand, Jerman, UAE, Prancis, dan Mongol.

”Prestasi ini membuktikan bahwa Indonesia bisa bersaing bahkan bisa menjadi yang terbaik pada cabang olahraga jujitsu,” katanya.

Bagi Ananda, kejuaraan ini sekaligus sebagai ajang uji coba jelang Asian Games 2018. Ia juga meminta doa dan dukungan agar dirinya bisa mempersembahkan yang terbaik pada pesta olahraga terbesar se-Asia yang digelar di Indonesia, Agustus mendatang tersebut.

Prestasi ini pun semakin memompa semangatnya untuk menghadapi Asian Games nanti. ”Semoga saya bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia pada event-event berikutnya,” kata pemegang sabuk biru Indonesia Spider Jujitsu ini.

Caca -begitu sapaan akrabnya- menyadari jika medali emas yang diraihnya saat ini belum jaminan untuk tampil jadi yang terbaik di Asian Games. ”Tapi saya akan terus memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Rektor UIKA Bogor H.E Bahrudin berharap prestasi-prestasi ini bisa menjadi pemicu mahasiswa UIKA lainnya untuk berlomba dan berkontribusi meraih prestasi di berbagai bidang sesuai kemampuannya masing-masing. ”Baik ilmu akademik, sains, sosial, olahraga, maupun seni,” ujar Ending.(cr1/c)