Beranda Ekonomi Beras Hasil Panen Belum Beredar

Beras Hasil Panen Belum Beredar

(ilustrasi/ jpnn)
STOK: Beras dari produsen diturunkan di Pasar Batam, kemarin.

JAKARTA–Harga beras perlahan mulai menunjukkan tren penurunan. Harga rata-rata di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), beras medium berada di kisaran Rp11.188 per kilogram (kg).

Banderol harga itu berarti turun 1,8 persen dari bulan lalu. Hanya saja, harga tersebut masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET) di level Rp9.450 per kg. ”Kami melihat secara tren mulai perlahan turun,” tutur Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita di Jakarta, kemarin (20/2).

Enggar memaklumi harga beras masih belum sesuai HET. Itu karena harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani masih tinggi. Pasalnya, meski panen telah dilakukan tetapi belum bisa mencukupi kebutuhan secara nasional.

universitas nusa bangsa unb

Berdasar data Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi), harga GKP bervariasi, mulai dari Rp4.200 per kg di Blora, Jawa Tengah, dan Rp5.100 pada sejumlah wilayah di Jawa Barat.

Menurut Enggar, kalau harga GKP berada di kisaran Rp4.400 per kg, maka harga beras akan berada di level Rp8.800 per kg. Dengan begitu, tinggal menyisakan sedikit margin kalau dipaksa dan ditekan sesuai HET di posisi Rp9.450 per kg.

Pemerintah telah menaikkan fleksibilitas harga pembelian pemerintah (HPP) bagi Perum Bulog. HPP Bulog akan ditambah dengan fleksibilitas 20 persen. Meski begitu, fleksibilitas dinilai belum efektif mengerek penyerapan Bulog. ”Penyerapan Bulog tergantung suplai,” terang Enggar.

Sementara itu, Ketua Umum Perpadi Soetarto Alimoeso menyebut harga gabah masih tinggi. Itu karena panen belum maksimal. Kondisi itu diperparah dengan curah hujan masih terus mengguyur sentra-sentra padi. ”Jadi, beras beredar hasil produksi tahun lalu. Dengan begitu, hasil panen saat ini butuh proses untuk bisa dipasarkan,” urai Soetarto.

Ia juga mengatakan jika harga GKP di Jawa Barat mencapai Rp5.100-5.200 per kg. Tingginya harga GKP juga karena gabah yang dijual saat ini merupakan gabah hasil panen pada 2017. Pasalnya, saat ini musim penghujan, petani masih mengeringkan hasil panennya. ”Jadi, harus bertahap,” imbuhnya.

Direktur Utama Food Stastion Tjipinang Arief Prasetyo Adi menambahkan, pihaknya mendapat jaminan dari Kemendag. Artinya, sebagai pelaku pasar, akan selalu mendapat pasokan secara berkala dari berbagai daerah. ”Pasokan tidak akan terhenti. Minggu ini 7 ribu ton,” ucapnya.(far)