Beranda Berita Utama Perampok Gila Sasar Perumahan

Perampok Gila Sasar Perumahan

ilustrasi
MASUK PERUMAHAN: Polisi mengamankan ODGJ yang masuk ke sebuah rumah di perumahan Bukit Cimanggu City dan bertingkah layaknya perampok
kemarin (19/2).

BOGOR–RADAR BOGOR, Entah berkaitan atau tidak, fenomena kemunculan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang berperilaku mengkhawatirkan terus terjadi di berbagai daerah, termasuk di Kota Bogor.

Kemarin (19/2), warga Bukit Cimanggu City (BCC), Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor, dibuat geger dengan aksi percobaan peram­pokan di salah satu rumah. Aksi yang dilakukan oleh seorang pria berpakaian rapi itu berhasil digagal­kan warga.

Namun setelah diamankan, ternyata orang tersebut mengantongi surat pernyataan mengidap penyakit depresi atau gangguan jiwa.

universitas nusa bangsa unb

Informasi yang dihimpun Radar Bogor, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, di Blok O2A, BCC. Pria tak dikenal itu masuk ke kediaman Alif. Pria tersebut kemudian berteriak dan meracau, meminta lukisan kepada si empunya rumah.

Korban yang sedang bersama tiga cucunya lalu keluar mencari pertolongan. Di luar, korban bertemu satpam yang langsung menuju ke lokasi. Ketika didatangi, pelaku sudah di dalam rumah dan mengunci pintu dari dalam.

Saat satpam memanggil polisi, pelaku berhasil kabur. Satpam bersama warga kemudian berupaya mengejar dan berhasil mencegat pelaku di area ruko-ruko perumahan. Tak berapa lama polisi tiba dan mengamankan pelaku.

Setelah diinterogasi, pelaku mengaku dari Kampung Kukupu dan hanya ingin numpang istirahat di rumah yang dikira kosong. Namun di lokasi, satpam menemukan benda tajam seperti martil dan obeng.

Kapolsek Tanahsareal Kompol Muis Effendi mengatakan, setelah diperiksa di Mapolsek Tanahsareal, pelaku ternyata depresi dan sudah mendapat surat kuning dari Rumah Sakit Marzoeki Mahdi.

”Dia masuk ke rumah, lantas dia kunci dari dalam rumah,” kata kapolsek kepada Radar Bogor tadi malam. Menurut keterangan orang tuanya, kata Muis, anaknya mengalami depresi berat karena bapaknya meninggal dunia.

”Depresinya semakin berat, kakeknya menjual rumahnya untuk membayar utang. Makanya, yang bersangkutan depresi. Sudah dijemput keluarganya, pukul 21.00 (tadi malam),” tandasnya.(wil/c)