Beranda Berita Utama Zulkifli Hasan: Tiga Syarat Perkokoh Nasionalisme

Zulkifli Hasan: Tiga Syarat Perkokoh Nasionalisme

Zulkifli Hasan (Twitter/ZUL_Hasan)

BEKASI–RADAR BOGOR,Ketua MPR sekaligus Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menghadiri kegiatan “Deklarasi Kami Indonesia”, sekaligus apel pemenangan Pilkada Kota Bekasi yang berlangsung di Pasar Segar, Rawalumbu, Kota Bekasi, Minggu (18/2).

Pada kegiatan yang dihadiri ribuan pemuda dan kader PAN ini, Zulkifli Hasan mengatakan, ada tiga syarat penting dalam rangka memperkokoh nasio­nalisme kepada generasi masa kini.

“Pertama, mengetahui dan memahami asal-muasal daerah kelahiran dan sejarah negara Indonesia berdiri. Jadi, Semangat Indonesia. Kami Indonesia,” ungkapnya di depan tamu undangan yang hadir.

universitas nusa bangsa unb

“Bagaimana datangnya cinta ke Tanah Air kalau kampung halaman kita tidak paham. Kesadaran itulah yang membuat kita merdeka,” kata pria yang akrab disapa Zulhas ini.

Ia mengatakan, tanpa mengetahui sejarah kelahiran bangsa ini sangat sulit untuk menumbuhkan kecintaan kepada bangsa dan negara.

“Kalau saudara tahu sejarah bangsanya, maka cinta kepada bangsanya akan lahir,” katanya, seraya mengatakan bahasa pemersatu bangsa itu menyum­bang besar pada kecintaan terhadap bangsanya.

Kedua, penguasaan terhadap ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dapat digunakan untuk menyejahterakan masyarakat sehingga dapat mengurangi kesenjangan antar penduduk. Kesenjangan dengan kecemburuan akan membahayakan bangsa dan negara.

“Ketiga, penguasaan jejaring global. Hal ini mengingat perkembangan teknologi yang semakin mempermudah akses komunikasi, sehingga kini dunia dirasakan semakin tidak ada jarak,” ulasnya.

Selain itu, kata Zulhas, bicara toleransi sudah menjadi kebiasaan atau perilaku sehari-hari rakyat Indonesia. ”Toleransi -bagi rakyat Indonesia- sudah jadi perilaku sehari-hari,” ungkapnya.

Ia juga menyebut bahwa bicara soal toleransi apalagi kebinekaan, Indonesia sudah menjadi contoh untuk dunia.

“Indonesia adalah contoh untuk dunia. Ketika Islam, demokrasi dan keberagaman bisa seiring sejalan,” tandasnya. (sar)