Beranda Female Ketika Anak-Anak Belajar Mengolah Makanan

Ketika Anak-Anak Belajar Mengolah Makanan

Ilustarasi anak-anak mengolah makanan

”ANAK-ANAK tetap bisa memasak, kok. Tentu saja, ada beberapa proses memasak yang tetap dilakukan orang dewasa. Orang tua juga harus mendampingi saat anak memasak,” kata Chef Sumarno. Executive sous chef di Java Paragon Hotel, Surabaya, itu menyiapkan resep menu nugget ayam, banana split, dan cupcake.

Bahannya mudah didapat, mengolahnya juga gampang. Jadi, anakanak pun bisa melakukannya. Enggak percaya? Ada Garnetta Moza Attaya Arief Putri atau Oca. Dia dan adiknya, Narella Naia Attaila Arief Putri atau Naia, ikut kelas memasak bersama Chef Sumarno pada Desember lalu. Meski baru duduk di kelas II dan I, mereka bisa mengikuti langkahlangkah memasak. Menurut Naia, memasak sendiri itu seru. ”Soalnya, makanannya bisa dihias-hias sesukanya,” ucapnya.

Di antara tiga resep yang diajarkan Sumarno, Naia paling suka banana split. Sementara itu, sang kakak lebih suka cupcake. ”Hiasannya bisa bermacam-macam dan banyak. Nggak seperti kalau beli,” sebut Oca. Sumarno menjelaskan, ada banyak keuntungan jika kita bisa memasak. Salah satunya, lebih hemat. ”Kalau kita bawa be kal atau kue dari rumah, uang saku bisa disimpan. Bisa di pa kai untuk membeli yang lainnya,” ucapnya.

universitas nusa bangsa unb

Nah, yang tidak kalah penting, masakan lebih sehat. Sebab, kita tahu kebersihan bahan dan alat yang dipakai.

”Masak, membuat makanan sendiri pakai bahan yang belum dicuci. Pasti nggak mau, dong?” ujar Sumarno.

Untuk menjaga kebersihan makanan, ternyata nggak cuma alat dan bahan yang harus bersih. Orangnya pun harus bersih. Karena itu, dalam kelas memasak yang dipandunya, Sumarno menyiapkan sarung tangan sekali pakai, topi, dan celemek. Menurut Sumarno, sarung tangan punya banyak manfaat. Selain melindungi tangan agar tidak kotor, sarung tangan menjaga makanan tidak terkena bakteri. ”Kalau untuk di rumah, cuci tangan dengan sabun sebelum memasak sudah cukup, kok. Jangan lupa, kuku harus dipotong rapi,” sarannya.

Nggak mau dong, makanan yang kita buat punya cap kuku yang kotor? Hiiii… Lalu, kenapa harus menggunakan topi? Menurut Sumarno, topi atau penutup kepala sangat berguna bagi yang punya rambut panjang. ”Tujuannya, rambut dan keringat tidak jatuh ke makanan. Tapi, dikuncir rapi atau memakai jepit juga boleh, kok,” katanya. Setelah rapi dan bersih, baru deh kita siap memasak. Belajar memasak, pesan Sumarno, mesti telaten dan sabar.

”Jangan terburu-buru ingin pegang pisau atau pakai oven tanpa bantuan orang tua. Apalagi buat yang pertama mencoba,” tegasnya. (fam/c7/nda)