Beranda Metropolis Siap Bakar 200 Lilin Raksasa

Siap Bakar 200 Lilin Raksasa

PERSIAPAN: Ratusan lilin disiapkan untuk perayaan Tahun Baru Imlek 2596 di Vihara Dhanagun, Jalan Suryakancana, Kecamatan Bogor Tengah, kemarin (14/2).

BOGOR–RADAR BOGOR,Jelang perayaan Tahun Baru Imlek ke-2569, beberapa masyarakat Tionghoa sudah terlihat sibuk di Vihara Dhanagun, kemarin (14/2). Sekitar 200 lilin raksasa berwarna merah nampak berjejer di halaman vihara yang berlokasi di tepian Jalan Raya Suryakancana, Kecamatan Bogor Tengah itu.

Salah satu tokoh Tionghoa Kota Bogor, Arifin Himawan, mengatakan bahwa ratusan lilin itu senagaja dipesan oleh umat untuk dibakar menjelang pelaksanaan Imlek. Harapannya, dengan dibakar selama 24 jam akan membawa kebaikan bagi yang memesannya.

“Menjelang Imlek, yang memesan lilin itu akan menyalakan dengan harapan doanya di tahun yang baru akan diberikan kemudahan, dan diberikan rezeki,” jelasnya kepada Radar Bogor, kemarin.

universitas pakuan unpak

Lilin tersebut terdiri atas berbagai ukuran, mulai yang paling kecil dengan tinggi sekitar 50 sentimeter, hingga paling besar dengan ukuran tinggi sekitar 2 meter. Namun, mayoritas merupakan lilin kecil berjumlah 123. Sedangkan sisanya, sekitar 80 lilin berukuran besar.

Selain membakar lilin raksasa, di Vihara Dhanagun juga melakukan bebersih sebelum perayaan Imlek, atau biasa disebut ritual kimsin. Yakni ritual memandikan patung dewa-dewi yang ada di vihara.

Wakil Ketua Yayasan Vihara Dhanagun, Frankie Sibald mengatakan, kegiatan ini biasa dilakukan setiap tahun, setelah tanggal 24 penanggalan lunar. Satu minggu sebelum Imlek dilakukan bersih-bersih vihara.

“Dalam waktu tiga hari biasanya diberikan kesempatan untuk bersih-bersih altar dan rupang. Hal ini dilakukan agar saat Imlek vihara dalam keadaan bersih,” ungkap Frankie.

Ada sekitar 50 rupang yang dimandikan, ritual mandi rupang dilakukan saat seluruh roh patung dalam keadaan kosong. Ritual dilakukan dengan cara membasuh patung dengan air yang dicampur bunga mawar, melati, gading, dan minyak cendana.

Patung yang dibersihkan oleh warga Tionghoa di Vihara Dhanagun adalah patung Hok Tek Tjeng Sin, Kwan Im Po Sat, dan Kwan Seng Tek Kun dari ruang utama.

Sementara dari ruang naga hijau, yakni patung Tee Tjung Ong Pho dan dari ruang macan putih ada patung How Ciong Kun dan Kong Tek Tjun Ong. Mereka dianggap sebagai dewa dan dewi berkedudukan tinggi.

Frankie menjelaskan, sebelum melakukan ritual, umat Tridharma diwajibkan untuk sembahyang dan menyucikan diri. Sebab, menurut kepercayaan umat Tridharma, di dalam patung tersebut diyakini bersemayam roh dewa-dewi yang sangat suci, tetapi menjelang perayaan Imlek, roh dewa-dewi meninggalkan patung. Saat itulah, kata dia, waktu yang tepat untuk membersihkannya.

“Sembahyang yang dilakukan sebelum pembersihan bertujuan memohon berkah keselamatan. Sementara sembahyang setelah selesai pembersihan, untuk memberitahukan bahwa pembersihan sudah selesai,” jelasnya.(fik/c)