Beranda Politik Tinggalkan Rumah Dinas Lebih Awal

Tinggalkan Rumah Dinas Lebih Awal

TINGGALKAN RUMAH DINAS: Wali Kota Bogor Bima Arya didampingi istrinya menyerahkan kunci rumah dinas kepada Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat.

BOGOR–RADAR BOGOR,Wali Kota Bogor Bima Arya mengembalikan fasilitas yang didapat selama memimpin Kota Hujan. Termasuk rumah dinas. Calon petahana itu memboyong keluarganya ke rumah mereka di Pendopo Enam Kompleks Baranangsiang Indah, Bogor Timur, Senin malam (12/2). Ia pun menyerahkan secara simbolis kunci rumah dan mobil dinasnya beserta daftar barang milik negara kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat.

Sebelum meninggalkan rumah dinas, secara khusus Bima menggelar pengajian untuk meminta doa agar selalu diberikan kelancaran dan kesehatan, sekaligus berpamitan dengan sejumlah pejabat Pemkot Bogor, mulai dari lurah, camat, kepala dinas hingga jajaran direksi BUMD. Hadir pula Kapolresta Bogor Kota, Dandim 0606/Kota Bogor dan Komandan Denpom III/1 Bogor

”Saya pamitan kepada semua, minta maaf, berterima kasih atas dukungannya dan nitip Kota Bogor selama empat bulan ke depan. Wali kotanya masih ada, nanti balik lagi, hanya cuti. Saya serahkan kunci rumah dinas, kunci mobil dinas. Semua ditarik. Pengawalan ditarik semua, ajudan tidak melekat lagi.

universitas pakuan unpak

Kembali dengan mobil pribadi,” ujar Bima sebelum memasuki kendaraannya.

Sebenarnya, Bima masih bisa mendapatkan fasilitas sebagai wali kota hingga 15 Februari 2018, sebelum cuti untuk mengikuti Pilwalkot 2018. Namun, politisi PAN itu memilih cuti lebih awal terhitung dari 13 Februari – 23 Juni 2018.

Ia mengaku, baik rumah dinas maupun rumah pribadinya sama-sama nyaman dan memancarkan energi positif.

”Kesan-kesan tinggal di rumah dinas ngantornya berasa 7 hari seminggu dan 24 jam sehari. Kalau kata orang serem dan sebagainya karena rumah peninggalan Belanda, saya tidak pernah merasakan seperti itu. Nyaman-nyaman saja dan biasa-biasa saja,” kata Bima.

Ia juga berpesan kepada aparatur sipil negara (ASN) di Kota Bogor agar menjalankan tugas sesuai dengan tupoksinya, jangan sampai pelayanan terganggu dan melanggar aturan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

”Kita ingin ASN di Kota Bogor menjadi contoh ASN yang netral dan profesional. Ke depan saya minta pak sekda dengan Pjs wali kota berkoordinasi dengan muspida agar Kota Bogor tetap aman dan kondusif, apalagi presiden tinggal di sini,” katanya.

Sementara itu, sang istri, Yane Ardian menuturkan, di masa cuti ini ia akan fokus memaksimalkan menjaga kesehatan suami dan kesehatan anak-anaknya. “Mohon maaf jika ada salah kata dan perbuatan. Mohon doanya juga semua,” katanya.(don/*)